Bunga Chinese Lantern dari Batu Pasok Pasar Jepang

Umbi bunga sandersonia dari Kota Batu yang siap ekspor
Umbi bunga sandersonia dari Kota Batu yang siap ekspor

KEDIRITIMES, KOTABATU – Bunga Sandersonia aurantiaca yang merupakan tumbuhan asli Afrika Selatan ternyata dapat dikembangkan di Kota Batu. Bunga yang dikenal juga dengan Christmas Bells atau Chinese Lantern ini dibudidayakan di Kota Batu untuk ekspor.

Jangan dibayangkan ekspor komoditas ini berupa bunga atau tanaman dalam pot. Yang diekspor adalah umbi dari tanaman ini.

Adalah CV Arjuna Flora yang ada di Junggo Kota Batu yang membudidayakan tanaman berbunga mirip lonceng ini. Mereka mengimpor bibit kecil dari Jepang. Tanaman eksotis ini dibudidayakan selama kurang lebih delapan bulan. Lalu umbi dipanen untuk  diekspor kembali ke Jepang.

Budidaya Sandersonia membutuhkan waktu cukup lama. Mulai dari bibit kecil menjadi umbi besar siap ekspor. Bibit kecil setiba di Indonesia segera disimpan ke dalam cool storage bersuhu 3 derajat Celcius selama 4 bulan masa dormansi.

Setelah masa dormansi habis, bibit tersebut ditanam di lahan dengan ketinggian 1.200 meter dan dibutuhkan waktu total delapan bulan sampai panen umbi besar. Bentuk umbi besar  seperti jahe.

Afif Syarifudin, supervisor produksi Sandersonia mengatakan, umbi yang dihasilkan dipilah menjadi grade A, B, C, dan D. Grade A dan B masuk dalam kriteria layak ekspor. Sedangkan grade C dan D disimpan lagi di cool storage selama 4 bulan. Kemudian ditanam lagi.

”Grade yang diminta Jepang hanya grade A dan B. Grade A berarti kedua ruas umbi sama panjang. Kalau grade B, ruas umbi bisa panjang pendek tapi memiliki berat minimal 5 gram panjangnya 3-5 cm," jelas Afif.

Sementara itu, harga umbi bervariasi tergantung kualitasnya. Umbi grade A ukuran besar harganya 50 yen atau setara dengan Rp 6.700 per buah.  Sedangkan yang lain harganya menyesuaikan.

Tiap kali panen bisa menghasilkan 115 kg atau 9 box. Tiap box berisi 600 pcs. Artinya bila dihitung dan dikonversikan ke rupiah, harga berkisar Rp 36 juta.

Umbi-umbi tersebut di ekspor ke Jepang bekerjasama dengan perusahaan Sagami Jitsugyo Co. Ltd. Di Jepang umbi tersebut dikembangkan lagi sampai menjadi bunga yang indah berbentuk seperti lampion kecil berwarna oranye. Biasanya digunakan sebagai bunga potong dan dekorasi yang paling dicari di Jepang. (*)

Pewarta : Galuh Pandu Larasati
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
Sumber : Batu TIMES
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top