Sekretaris PDIP Jatim: 18 Tahun Pancasila Jadi Gandul-Gandul

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno (foto: istimewa)
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno (foto: istimewa)

KEDIRITIMES, LUMAJANG – Halal Bihalal DPC PDIP Kabupaten Lumajang yang digelar Senin (1/8/2016) sore sontak berubah menjadi penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Itu setelah Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari Bisowarno di depan peserta halal bihalal mengingatkan kembali betapa pentingnya peran Pancasila sebagai sebuah ideologi negara.

Di depan Bupati Lumajang As’ad Malik, Wakil Bupati Lumajang Buntaran Supriyanto, Sekda Lumajang Masudi, serta ratusan kader PDIP, Untari menyatakan, Pancasila telah kehilangan identitasnya. Sejak 18 tahun Orde Reformasi, Pancasila hanya dijadikan hiasan di tembok-tembok lembaga negara dan sekolah-sekolah. ”Delapan belas tahun ideologi negara hanya jadi gandul-gandul saja. Ini memprihatinkan,” tandas saja.

Kondisi pada Orde Reformasi ini lebih parah jika dibandingkan pada masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. Pada masa Soeharto, masih ada tafsir 36 butir Pancasila. ”Walaupun ditafsirkan sendiri oleh Soeharto, namun Pancasila masih ada tafsirnya. Bandingkan dengan masa Reformasi, tafsir-tafsir itu dihilangkan semuanya,” kata wanita yang akrab disapa Mbak Un tersebut.

Karenanya, dengan telah ditetapkannya hari lahir Pancasila pada 1 Juni, maka tafsir Pancasila harus dihidupkan. Dan tafsir yang digunakan adalah pidato Bung Karno pada saat rapat BPUPK pada 1 Juni 1945 lalu. Saat itu Bung Karno menyatakan ada lima butir konsep yang ditawarkan Bung Karno, yakni kebangsaan Indonesia, internasionalisne atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pernyataan Bung karno keluar setelah mantan Ketua BPUPK Dr. Radjiman Wedyodiningrat ketika itu mengajukan sebuah pertanyaan: "Apa Dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk,"

Mbak Un menyatakan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan keppres mengenai lahirnya Pancasila. ”Saya minta kepada Bupati agar hari lahirnya Pancasila diperingati dengan upacara, dirayakan dengan berbagai kegiatan, dan dijadikan hari libur,” pinta Mbak Un.

Pewarta : Choirul Sholeh
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Sumber : Lumajang TIMES
  • Lantik Dewan Pendidikan Kabupaten Blitar, Bupati: Jangan Cuma Gugur Kewajiban

    Bupati Blitar Rijanto melantik pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Blitar periode 2017-2022 di Aula Garuda Dinas Pendidikan, Kecamatan Garum, Senin (11/12/2017).

  • Iklan Properti Tipu-Tipu Menyebar, Ini Cirinya

    Tingginya minat masyarakat berinvestasi di bidang properti di Kota Malang ternyata dimanfaatkan oknum-oknum tak bertanggung jawab. Salah satunya dengan menyebar iklan yang menyesatkan.

  • Rumah Hantu Karangsono Trending Topic, Penerawangan Paranormal Ini Bikin Kaget

    Rumah kosong di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, mendadak viral. Gara-garanya, sebuah video tersebar, menceritakan hantu penghuni rumah kosong tersebut membeli sebuah sepeda motor matik. Hal ini banyak mengundang komentar warga hingg

  • Pria Bertato Ini Sasar Barang Pengunjung Rumah Sakit

    Ketenangan masyarakat yang sedang berobat di RSUD dr Soetomo tiba-tiba berubah gaduh. Itu setelah ditangkapnya seorang pencuri di area rumah sakit, Senin (11/12).

  • Pelajar SMP di Blitar Tewas, Korban Tabrak Lari di Tengah Hujan

    Salma Prisilia (15), warga Desa Karangsono RT/RW 05/01, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, tewas akibat kecelakaan lalu lintas di perempatan lampu merah Jalan Raya Kanigoro Senin (11/12/17).

  • Target Menangkan Pilkada, Diam-Diam Syahri Mulyo dan Supriyono Lakukan Hal Ini

    Bupati Tulungagung Syahri Mulyo ternyata diam-diam sudah melakukan lobi dan komunikasi politik ke beberapa partai. Komunikasi dilakukan untuk menambah dukungan terhadap dirinya dalam pilkada 2018 mendatang. Padahal, tanpa dukungan partai lainnya, PDIP, pa

  • KA Gajayana Hantam Panther di Tulungagung

    Tabrakan antara kereta api dan mobil terjadi di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Desa Ketanon, Kedungwaru, Tulungagung, Senin pagi (11/12). Kereta Api Gajayana jurusan Jakarta-Malang dari arah utara menabrak mobil Panther AG 1712 SH yang melaju da

  • Karyawan Sempat Hengkang, Tak Menyerah Karena Ini

    Seperti bisnis pada umumnya, ada saja cerita kurang menyenangkan. Begitu pula yang dialami Pullman Executive Barbershop. Sang pemilik Yudha Prasetya Sakti menjelaskan usaha yang dia lakoni mulai 10 Desember 2015 silam itu awalnya punya lima karyawan.

  • Polisi Keluar Masuk Wilayah Malang Selatan, Ada Apa?

    Sejak kemarin (09/12/2017), anggota Polres Malang keluar masuk kampung di wilayah Malang Selatan. Tepatnya di wilayah Kecamatan Bantur dan Gedangan.

  • Ingin Segera Dikhitan, Motivasi Anak-anak Ini Unik dan Lucu

    Bahagia begitu dirasa oleh pengantin-pengantin Khitan Berkah BMH Gerai Malang bareng MalangTIMES, Bank Jatim Cabang Malang, dan NZR Community, Minggu (10/12).

  • GP Ansor Situbondo Desak DK PBB Beri Sanksi Amerika Serikat

    Puluhan anggota Gerakan Pemuda Ansor Situbondo, khususnya PAC Banyuputih, Asembagus, Jangkar dan Arjasa menggelar aksi damai mendesak Dewan Kehormatan Persatuan Bangsa Bangsa memberikan sanksi tegas kepada Amerika Serikat, Minggu (10/12/2017).

  • Belum Ketemu Jodoh, Anton Tunggu Hingga Injury Time

    Ibarat mencari pasangan, Wali Kota Malang Moch Anton hingga kini tampaknya belum ketemu jodoh. Mendeklarasikan diri menjadi petahana pada Pilkada 2018 mendatang, hingga sebulan jelang pendaftaran, Anton belum juga menentukan sosok yang bakal digandeng.

Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top