Bisnis Rumah Kos di Kota Batu Makin Cemerlang

Salah satu deretan rumah kos di Desa Pesanggrahan Kota Batu yang berdekatan dengan Balai Kota Among Tani.(Foto: Muniroh/BatuTIMES)
Salah satu deretan rumah kos di Desa Pesanggrahan Kota Batu yang berdekatan dengan Balai Kota Among Tani.(Foto: Muniroh/BatuTIMES)

KEDIRITIMES, KOTABATU – Perkembangan dunia bisnis di Kota Batu setiap hari semakin menjanjikan. Tak hanya pebisnis bermodal besar yang mendirikan unit usaha di Batu, bisnis masyarakat juga berkembang. Salah satu sektornya adalah bisnis rumah kos.

Lihat saja misalnya di RW 08 Desa Pesanggrahan. Warga setempat mulai berbondong-bondong mendirikan bisnis penyewaan kamar kos. Alasan utamanya, posisinya strategis karena berada dekat dengan sentra bisnis dan pusat pemerintahan.

Pada tahun 2015, di wilayah itu hanya ada dua rumah kos. Tetapi pertengahan 2016 ini, sudah ada empat rumah untuk kos. Masing-masing berisi tiga kamar, sepuluh kamar, lima kamar dan enam kamar.

”Bahkan di tempat kami masih ada dua rumah kos yang dalam tahap pembangunan. Masing-masing empat kamar,” ungkap Slamet Jinurung, Ketua RW 8 Desa Pesanggrahan, Senin (1/8/2016).

Menurut Alfiyah, salah seorang pemilik kos ”Posisi Desa Pesanggrahan ini enak, dekat sama block office (kantor terpadu Pemkot Batu), jadi potensial kalau bikin usaha kos. Kan banyak pegawai yang dari luar daerah” kata Alfiyah.

Bisnis berjangka panjang ini dinilai memiliki keuntungan yang pasti dan menjanjikan. ”Sudah sekitar empat tahun saya punya usaha kos ini.  Penghasilannya lumayan setiap bulan bisa buat bayar sekolah sama nabung,” kata Siti Marwiyah, salah satu warga pemilik kos, Selasa (26/7/2016).

Penghasilan pasti yang didapat setiap bulan menjadi daya tarik tersendiri dari usaha ini. Seperti milik Siti Marwiyah, setiap bulan ia menerima uang bulanan sebanyak empat ratus hingga empat ratus lima puluh ribu untuk setiap kamar kos.

Pekerjaan yang mudah dan flexibel juga menjadi alasan mengapa ia memilih bisnis penyewaan kamar kos ini. Pemilik kos hanya perlu menjaga kebersihan  dan menyediakan perabot yang diperlukan penghuni kos.

”Paling pekerjaannya membersihkan kalau mau ada penghuni kos baru. Masalah perabotan ya standar seperti kasur dan almari. Kalau lainnya biasanya bawa sendiri,” imbuh Siti.

Memasarkan penyewaan kamar kos bukanlah hal yang sulit bagi mereka. Pemilik kos bisa memasang iklan melalui media sosial seperti facebook, twitter dan instagram secara gratis. Atau bisa melalui informasi dari mulut ke mulut.

”Biasanya anak saya yang posting di akun facebook dan kadang juga di bc (broadcast) lewat BBM ke teman-temannya.” kata Alfiyah.

Perizinan yang mudah bagi penghuni kos baru juga menjadi salah satu faktor pendukung berkembangnya bisnis ini.

”Penghuni cukup menyerahkan fotokopi KTP sama KK kalau yang belum nikah. Kalau sudah menikah ya ditambah fotokopi surat nikah. Nanti tinggal diberikan ke RT,” ujar Siti.

Untuk mengembangkan usaha penyewaan kamar kos ini pemilik kos dapat menambahkan fasilitas bagi penyewanya. Misalnya menyediakan free wifi. Hal ini bisa menjadi nilai tambah tersendiri bagi calon penyewa kos karena penggunaan internet yang gratis setiap hari.

Pemlik juga bisa menyediakan fasilitas catering bagi penyewa kos yang tidak terbiasa masak sendiri. Ini menjadi pilihan untuk menambahkan fasilitas bagi penyewa. (*)

Pewarta : Muniroh
Editor : Yosi Arbianto
Publisher : Yosi Arbianto
Sumber : Batu TIMES
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top