DPR RI dan BKKBN Gelar Integrasi Kampung KB di Desa Manyaran

Sosialisasi KB oleh Sukamto dari BKKBN Provinsi Jatim.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Sosialisasi KB oleh Sukamto dari BKKBN Provinsi Jatim.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

KEDIRITIMES – Anggota Komisi IX DPR RI, Ir.A Riski Sadiq bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Integrasi Kampung KB di Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Selasa (8/11/2016).

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat. Ratusan warga yang terdiri dari wanita dan laki-laki nampak hadir.

Untuk menarik minat warga, panitia menyiapkan berbagai hadiah mulai dari kipas angin, magic com hingga mesin cuci.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan Pentas Seni dan Talk Show bersama Narasumber Sukamto, SE, Msi selaku Kepala Sub Bidang Advokasi dan KIE, petugas KB Desa Manyaran Sriatun, serta dua Anggota DPRD Kabupaten Kediri Muhaimin  dan H.Muhammad Syaiful yang mewakili Riski Sadiq yang tidak bisa hadir karena padatnya kegiatan.

Tak hanya itu, BKKBN juga memberikan bantuan secara simbolis dan melakukan penandatangan prasasti terkait kegiatan ini. ini dilakukan agar warga selalu ingat dengan program KB yang digalakkan pemerintah.

Kepala Desa Manyaran, Budiarjo, dalam sambutannya mengucapkan rasa terimakasih kepada undangan yang hadir kali ini.

Pendandatanganan prasasti kegiatan Integrasi Kampung KB oleh Muhaimin, Anggota DPRD Kabupaten Kediri.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

“Ada dari DPR RI, Dinas KB Provinsi, DRPD Kabupaten Kediri dan BPPKB Kabupaten Kediri, ya beginilah desa kami, ada 7 dusun dan berbatasan langsung dengan Kotammadya Kediri,” kata Budiarjo mengawali sambutan.

Ia berharap kegiatan integrasi kampung KB  bisa berjalan sesuai target utamanya melalui kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran ber KB bukan hanya kepada warga Desa Manyaran saja, tapi juga bisa menular kepada tetangga desa.

“Kegiatan ini sangat baik, mohon nanti kepada yang hadir untuk menularkan kepada yang tidak ikut kegiatan ini,”  harapnya.

Sementara itu, H.Moh Syaiful dari Komisi A DPRD Kabupaten Kediri dalam sambutannya mengatakan, KB itu sangat penting dilakukan. Selain mengurangi jumlah anak KB juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau dulu jargonnya, banyak anak banyak rezeki. Tapi, saat ini sudah beda jargonnya, banyak anak banyak repotnya. Kesejahteraan bisa dicapai kalau masyarakat sadar untuk ber KB dan memiliki dua anak cukup,” ungkapnya.

Syaiful juga berharap pencanangan kampung KB oleh Presiden dapat diteruskan di seluruh kabupaten/kota lalu kecamatan sebagai bentuk inovasi.

“Pemerintah dan kita semua memiliki keterbatasan. Untuk mengatasi keterbatasan itu harus dilakukan dengan cara bekerjasama,” imbuhnya.

Talk Show berhadiah.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Dalam paparannya, Kepala Sub Bidang Advokasi dan KIE, Sukamto, SE, Msi menjelaskan program KB itu mengintegrasikan program-program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan kesejahteraan keluarga.

Karena KB itu sangat penting maka dalam kegiatan ini warga yang hadir diberikan pemahaman tentang apa itu KB dan jenis-jenis alat kontrasepsi.

“Sosialisasi ini terus kami gencarkan, karena sesuai dengan target pemerintah di tahun 2017 di setiap kecamatan sudah harus ada 1 kampung KB. Sedangkan di tahun 2016 ini setiap satu kabupaten harus ada 1 kampung KB,” paparnya.

Masih dikatakan Sukamto, kampung KB merupakan tempat untuk memberikan segala informasi mengenai KB beserta program kerjanya.

Di kampung KB ada keterlibatan berbagai leading sector seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan sipil serta Instansi lain.

“Kami berharap program kampung KB di Kabupaten Kediri bisa sukses dan menjadi contoh bagi kampung-kampung yang lain. (*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Sumber : Blitar TIMES
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top