Gerbong Kereta GR 10152 Penuh Cerita Pilu Ini Masih Terlihat Kokoh di Museum Brawijaya Malang

Gerbong Maut GR 10152 yang menewaskan 46 pejuang Indonesia di masa penjajahan Belanda. (Foto : Istimewa)
Gerbong Maut GR 10152 yang menewaskan 46 pejuang Indonesia di masa penjajahan Belanda. (Foto : Istimewa)

KEDIRITIMES, MALANG – Bila Anda berkunjung ke Museum Brawijaya Malang, Anda pasti akan menemukan sebuah kereta yang terpajang rapi di halaman Museum bersejarah ini.

Gerbong kereta berseri GR 10152 ini merupakan salah satu dari tiga gerbong kereta maut di masa penjajahan Belanda.

Gerbong maut di sini bukanlah gerbong yang terlibat kecelakaan kemudian memakan banyak korban.

Tetapi gerbong ini merupakan salah satu gerbong yang digunakan Belanda untuk memindahkan para pejuang Indonesia yang di tahan.

Saat itu ratusan pejuang tertangkap oleh Belanda pada tahun 1947 di Bondowoso.

Belanda melakukan penangkapan besar-besaran tanpa menghiraukan peran orang-orang tersebut dalam kegiatan perjuangan.

Akibatnya, dalam waktu singkat penjara Bondowoso tak mampu menampung tahanan yang mencapai angka lebih dari 600 orang.

Untuk mengurangi jumlah tahanan di Bondowoso, Belanda saat itu berusaha memindahkan para tahanan ke Surabaya.

Para tahanan dipindahkan dengan menggunakan tiga gerbong kereta barang.

Gerbong yang digunakan masing-masing GR 5769, GR 4416, dan GR 10152.

Pemindahan terakhir tahanan tersebut menjatuhkan banyak korban lantaran tahanan yang berdesakan dalam gerbong dengan pintu terkunci. Terlebih, gerbong tersebut tidak memiliki fentilasi udara yang cukup.

Belasan jam perjalanan dari Bondowoso menuju Surabaya hanya sesekali saja pintu gerbong dibuka agar mereka mendapatkan udara. Itu pun tidak berlangsung lama.

Terlebih, selama masa perjalanan para tahanan tidak diberi makan dan minum. Alhasil banyak tahanan yang sakit dan kemudian meninggal.

Gerbong dengan kode GR 10152 yang kini berdiri di halaman belakang Museum Brawijaya, Kota Malang menjatuhkan korban meninggal sebanyak 46 orang.

Sisanya tercatat 11 orang sakit parah, 31 orang sakit, dan hanya 12 orang sehat dalam kondisi lemas.

Untuk mengenang sejarah, gerbong GR 10152 ini ada di tiga kota di Indonesia. Yakni di Museum Brawijaya Kota Malang, di Museum Kereta Bondowoso dan di Gedung Juang Surabaya. 

Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top