Tak Bisa Layani Nafsu Birahi Wanitanya, Akhirnya Dibunuh

Tersangka pembunuhan didapat dua petugas saat melakukan rilis di Polres Kediri. (eko Arif s /KediriTIMES)
Tersangka pembunuhan didapat dua petugas saat melakukan rilis di Polres Kediri. (eko Arif s /KediriTIMES)

KEDIRITIMES – Polres Kediri mengungkap kasus pembunuhan seorang wanita yang di kubur di tempat pemakaman umum di Desa Tegowangi Kecamatan Pelemahan Kabupaten Kediri yang ditemukan dengan kaki menyembul keluar. 

Pelaku adalah  tetangga korban yang juga orang kepercayaan suami korban.

Motif pembunuhan diduga kuat soal asmara alias perselingkuhan. 

Pelaku pembunuhan adalah Nur Kholik (43) warga Desa Tretek kecamatan pare kabupaten Kediri, yang mempunyai pekerjaan sebagai penjual nasi goreng di Sidoarjo.

Di depan polisi tersangka , mengaku jengkel dengan korban Sunarti (39) yang juga tetangganya karena korban terus merengek meminta untuk dikeloni di hotel pada saat itu.

"Korban terus meminta untuk dipenuhi syahwatnya di hotel," aku pelaku kepada wartawan.

Namun pelaku terus meminta dan mengancam akan mem pelet anak lelaki pelaku yang berusia 20 tahunan.

"Korban mengancam biar anak laki-laki saya saja yang memuaskan nafsu seks korban," terang Kholik.

Mendengar ucapan tersebut pelaku mengaku sangat marah dan mempunyai niatan membunuh korban.

Lantas korban diajak putar putar ke kota Kediri sebelum dilakukan pembunuhan dengan cara dicekik oleh pelaku.

Dan niatan membunuh muncul saat mobil berhenti di j

Jl Brawijaya Kota Kediri, dengan cara dicekik lehernya hingga korban akhirnya lemas dan tak bernyawa.

Pelakupun kemudian bingung dan akhirnya berputar putar kembali dengan menutup kaca mobil tanpa menyalakan AC agar korban mati lemas karena kekurangan udara.

Setelah berputar putar akhirnya pelaku mempunyai niatan mengubur korban di daerah desa Tegowangi karena ada salah satu kerabatnya yang tinggal di desa tersebut.

Dan tanpa dibantu siapapun, usai shalat terawih, pelaku menyeret korban ke dalam makam Umum Desa Tegowangi untuk dikubur.

"Saya lakukan sendiri pemakaman korban sekitar pukul 23.00 wib yang saat itu suasananya sepi," dari jelas pelaku saat dipamerkan oleh Polres Kediri pada wartawan, Senin (21/05).

Terpisah , AKBP Erick Hermawan Kapolres Kediri mengatakan,  untuk sementara pihak polres Kediri masih melakukan pengembangan. 

Karena pelaku sempat berbelit-belit saat diperiksa dan juga pihak kepolisian masih mencari HP korban yang katanya dibuang oleh pelaku untuk dilakukan kloning.

"Kita masih mencari HP korban karena dibuang secara terpisah baterey hp sendiri dan HP sendiri kalau baterei sudah ditemukan namun HP belum ditemukan dan juga HP yang dicurigai masih dikloning oleh pihak Polda," ungkap Kapolres.

Sementara pengungkapan pelaku pembunuhan ini bisa dilakukan kurang dari 24 jam dengan memeriksa 7 saksi, di antaranya suami korban.

Dan motif saat ini diduga karena masalah asmara. Dari pengakuan pelaku diminta oleh suami korban untuk memantau istrinya yang sering membeli tanah tanpa memberitahukan kepada suami.

"Dan pelaku kita jerat dengan pasal 338 Jo 340 KUHP. Adapun barang bukti dan juga pelaku pembunuhan sudah diamankan di Polres Kediri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Kapolres.

Pewarta : Eko Arif S
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top