Bawaslu Kota Kediri Temukan Mobil Dinas saat Kampanye Sandiaga Uno

Ketua Bawaslu Kota Kediri Mansur saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ketua Bawaslu Kota Kediri Mansur saat memberikan keterangan kepada awak media.

KEDIRITIMES – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri menemukan adanya dugaan pemanfaatan fasilitas negara berupa mobil dinas dalam kegiatan kampanye calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Salahudin Uno di Kota Kediri, Jumat (28 /9/18) lalu. 

Mendapatkan temuan tersebut, Bawaslu Kota Kediri  bersama Satuan Reskrim Polresta Kediri yang tergabung dalam sentra gakkumdu datang ke Hotel Insumo Kediri dalam proses investigasi kasus tersebut. Petugas berusaha mendapatkan bukti tambahan berupa rekaman kamera CCTV untuk memastikan kehadiran yang bersangkutan bersama mobil dinasnya di lokasi kampanye.

Ketua Bawaslu Kota Kediri Mansur mengatakan, Sandiaga pada 28 September 2018 lalu datang ke Kota Kediri untuk kampanye di Hotel Insumo dan Kafe Titik Nol. Bawaslu Kota Kediri menemukan ada mobil plat merah di situ dengan nomor polisi AG 7 GP yang diindikasi milik anggota DPRD Kabupaten Kediri. Mobil itu ditemukan setelah acara selesai sehingga belum dicek pemiliknya.

"Yang kami lakukan di Insumo adalah proses investasi dari CCTV yang ada. Kami melihat apakah yang bersangkutan terekam CCTV. Apakah ada di mobil, untuk mamperkuat bukti yang ada," kata Mansur di Hotel Insumo, Selasa (9/10/18). 

Perlu diketahui,kasus ini berdasarkan temuan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) yang ada di lokasi kampanye. Temuan itu dilaporkan ke Bawaslu Kota Kediri bersama bukti-bukti foto. Di antaranya, foto mobil plat merah itu terparkir di depan Balai Kota Kediri. Sedangkan yang bersangkutan hadir pada acara kampanye di Kafe Titik Nol yang terletak di seberang jalan Kantor Wali Kota Kediri.

Selain foto di lokasi pertama (Titik Nol), juga foto saat mobil tersebut berada di IKCC Insumo Palace Kediri. Dari penyelidikan yang sudah dilakukan, akhirnya Bawaslu Kota Kediri melapor ke sentra gakkumdu. Pasalnya, adanya indikasi pelanggaran pidana dalam kasus tersebut yang menjadi ranah dan kewenangan kepolisian.

Mansur menambahkan, dari hasil penyelidikan yang sudah dilakukan, yang bersangkutan sebagai tim kampanye pasangan calon presiden dan calon wakil presiden RI nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal tersebut tertuang dalam surat keputusan (SK).

"Setelah kami telusuri, orangnya sebagai tim kampanye. Ada SK bahwa yang bersangkutan adalah ketua tim pembina kampanye Kabupaten Kediri. Yang bersangkutan juga termasuk pelaksana," ungkap Mansur. 

Masih kata Mansur, meskipun lokasi kampanye tersebut ada di Kota Kediri, pihak yang berkampanye level nasional. Maka saat itu tim kampanye semua berada di lokasi. Sementara temuan ini dilakukan langsung oleh Panitia Pengawas Lapangan (PPL) sehingga proses klarifikasi yang dilakukan Bawaslu saat ini baru terhadap PPL dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

"Yang bersangkutan (pemakai mobil dinas) belum kami konfirmasi karena harus koordinasi terlebih dahulu ke provinsi," imbuh Mansur. Bawaslu tengah mempersiapkan sanksi apabila oknum anggota DPRD Kabupaten Kediri itu benar melanggar aturan.

"Kalau sanksi administrasi hanya peringatan tertulis sampai tidak boleh mengikuti kampanye berikutnya. Sedangkan untuk sanksi pidana berupa hukuman satu tahun penjara dan denda sebesar Rp 12 juta," tandasnya. (*)

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top