Ingin Lolos ke Gedung Dewan, eh Banyak Caleg Datangi Sendang Tirto Kamandanu

Pintu masuk Sendang Tirto Kamandanu. (eko Arif s /JatimTimes)
Pintu masuk Sendang Tirto Kamandanu. (eko Arif s /JatimTimes)

KEDIRITIMES – Ingin naik pangkat atau menduduki jabatan tertentu menjadi idaman kebanyakan orang. Mungkin karena itu, jelang pemilihan calon legislatif (pileg), banyak calon legislatif (caleg)  yang mengadu nasibnya dengan menggelar ritual di tempat-tempat yang dianggap suci untuk mewujudkan mimpinya. Salah satunya yang kerap menjadi jujugan meraka adalah Sendang Tirto Kamandanu. 

Memasuki area Sendang Kamandanu yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, akan disuguhi layaknya bangunan kerajaan. Area itu dilengkapi dengan patirtan yang pada masanya difungsikan sebagai kaputren atau tempat bermain putri-putri raja. Dan tempat ini juga dipercaya sebagai tempat menyucikan diri Prabu Jayabaya sebelum muksa.

Mitos yang beredar di masyarakat, mandi di Sendang Kamandanu dipercayai dapat menaikkan derajat seseorang serta merperlancar urusan pekerjaan dan menjadikannya awet muda. Ada juga yang meyakini kalau minum air Sendang Kamandanu dapat menyembuhkan segala penyakit. 

Sendang Tirto Kamandanu merupakan bekas petilasan Kerajaan Kediri, peninggalan Sri Aji Joyoboyo -raja pujangga Pandito Marganing Mulyo yang terkenal dengan Jangka Jayabaya. 

Sendang ini dulunya bernama Sendang Buntung dalam arti kata sendang airnya megung (meluap) namun tidak ada sungai yang mengalir, jadi langsung hilang ke tanah. 

Pada saat masa mendekati Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 seperti sekarang ini maupun pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu, tempat ini juga banyak dikunjungi sebagai tempat memanjatkan doa agar harapan dan doanya terkabul.

Mbah Suratin (74), juru kunci Sendang Kamandanu, mengakui kalau caleg dari berbagai penjuru biasanya ke mendatangi tempat tersebut. "Pokoknya banyak sekali. Namanya tidak saya utarakan. Beberapa hari ini, sudah tujuh orang datang ke sini,” kata dia.

Sendang Tirtokamandanu dipercayai dapat menaik kan drajat seseorang serta merperlancar urusan pekerjaan dan menjadikannya awet muda

Awalnya, para calon anggota legislatif (caleg) ini tidak secara terang-terangan atau langsung menemui dirinya, melainkan mengutus pengantaranya. “Ritualnya seperti biasa, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka tidak menyepi. Setelah selesai, langsung pulang. Mereka juga sempat mandi menggunakan air sendang. Kalau nama, saya rahasiakan,” ungkapnya. 

Mbah Suratin mengatakan, siapa pun diperbolehkan datang ke Sendang Tirto Kamandanu, tanpa memandang status maupun latar belakang agama atau kepercayaannya. “Di sini, yang penting tidak memandang siapa pun. Tidak membedakan agama atau kepercayaan,” ucapnya. “Di sini boleh dan bebas, dalam arti untuk berdoa serta melestarikan budaya leluhur. Ini hanya sebagai perantara saja, intinya percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Maha Segala,” sambung dia.

Tidak hanya berupa sendang. Di lokasi ini juga terdapat petilasan Eyang Srigati-Srigading. Mereka adalah pasangan suami istiri yang pada zaman dahulu merupakan abdi kinasih Prabu Sri Aji Joyoboyo. “Pada masa kecilnya, Prabu Joyoboyo diasuh oleh mereka. Perumpamaannya seperti Pendowo dan Semar,” terang Mbah Suratin. (*)

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top