Di Kediri, Sudah Berdiri 30 Kampung KB

Sofia Hanik, kepala bidang pengendalian penduduk BKKBN Jatim, saat memberikan sosialisasi kepada warga Desa Plosorejo, Kabupaten Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)
Sofia Hanik, kepala bidang pengendalian penduduk BKKBN Jatim, saat memberikan sosialisasi kepada warga Desa Plosorejo, Kabupaten Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)

KEDIRITIMES – Program Kampung Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi mulai menggeliat di Kota/ Kabupaten wilayah Karisidenan Kediri. Hingga bulan September kemarin, sudah lebih dari 30 titik terlaksana program sosialisasi pengembangan kampung KB bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI.

Di Kediri rangkaian acara dilaksanakan di beberapa titik. Yaitu di Kelurahan Bendo, Pare, Kabupaten Kediri, tanggal 10-9-2018, Desa Kawedusan Kabupaten Kediri tanggal 14-9-2018, Desa Plosorejo Kabupaten Kediri tanggal 15-9-2018, dan secara serempak di Desa Turus Kabupaten Kediri, Kelurahan Tamanan dan Kelurahan Manisrenggo Kota Kediri pada tanggal 29-9-2018.

 

Sementara untuk daerah Blitar bulan September kemarin. Rangkaian acaranya di mulai di Desa Babatan dan Krisik Kecamatan Wlingi  Blitar tanggal 27-9-2018, Desa Tapakrejo Kesamben, dan Desa Kedungwungu Binangun Blitar pada tanggal 29-9-2018.

Dalam perhelatan tersebut, para pakar mengenai KB dari BKKBN Provinsi Jawa Timur dan BKKBN Pusat serta tenaga ahli dari Komisi IX DPR RI yang concern bidang KB diundang. 

Sofia Hanik selaku kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Timur menuturkan bahwa program Kampung KB yang dicanangkan Presiden Jokowi ini harus disukseskan secara bersama-sama supaya terwujud sumber daya manusia Indonesia yang tidak hanya unggul secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas. Sehingga Indonesia akan menjadi negara maju yang diperhitungkan di dunia,"ungkapnya saat memberikan keterangan pada awak media,  Kamis (18/10/18). 

"Bahwa Kampung KB menjadi concern BKKBN, karena dewasa ini pertumbuhan penduduk di Indonesia sudah mulai meningkat dan kurang adanya kontrol terkait perencanaan pola asuh anak. Diharapkan dengan adanya program kampung KB dapat menginisiasi masyarakat untuk ikut KB sehingga semua bisa terencana dengan baik mulai dari pemberian gizi sempurna pada bayi, pemenuhan biaya pendidikan, dan sebagainya,"ungkapnya. 

Ia menambahkan, melihat antusiasme warga masyarakat yang membludak dalam mengikuti setiap agenda sosialisasi Kampung KB baik di Kediri maupun Blitar, membuat pihak BKKBN optimis program KB ini akan berkelanjutan dan terlaksana secara baik dan menyeluruh.

"Bisa dilihat dari jumlah peserta di setiap titik yang rata-rata mencapai kurang lebih 250 orang baik itu ibu-ibu, bapak-bapak, maupun anak-anak.  Diharapkan antusiasme mereka semua akan berlanjutkan tidak hanya saat acara, tetapi juga dapat mengimplementasikan materi-materi yang telah disampaikan terkait program KB,"imbuhnya. 

Lebih lanjut Sofia mengatakan, jika program KB bisa terlaksana dengan baik, insya Allah kualitas pennduduk Indonesia akan meningkat. Karena dalam program KB beberapa pendidikan dan informasi terkini juga diberikan kepada para peserta. Salah satunya yaitu pentingnya peran orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak dalam lingkup keluarga. 

"Mengingat dalam keluarga akan diajari cinta kasih, tata krama, fungsi perlindungan, pendidikan dan lainnya. Jadi program KB tidak hanya bicara mengenai memiliki dua anak cukup, tetapi lebih dari itu bagaimana agar anak kita dapat tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang unggul dan mampu menjadi generasi penerus bangsa Indonesia," tandasnya. (*)

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top