Peringati Hari Santri, Ini Cara Unik yang Dilakukan Ponpes Lirboyo Kediri

Para santri saat bermain bola api dalam memperingati Hari Santri. (Eko Arif S)
Para santri saat bermain bola api dalam memperingati Hari Santri. (Eko Arif S)

KEDIRITIMES – Banyak olahraga dan tradisi unik, yang melibatkan kemampuan fisik, mental serta keberanian. Seperti halnya sepak bola api. Tradisi tak biasa ini barangkali akan membuat mayoritas orang memilih mundur daripada mengikutinya karena bola yang dipakai bukan bola biasa yaitu bola api. 

Namun tidak demikian dengan yang dilakukan para santri Ponpes Lirboyo yang tergabung dalam Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (Gasmi) Lirboyo. Mereka justru terlihat bersemangat menendang dan berebut bola api tersebut.

Permainan sepak bola api tersebut digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri, untuk memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. 

Uniknya, permainan yang diselenggarakan, Kamis (18/10 /18) malam, dilakukan tanpa menggunakan alas kaki. Padahal, bola yang digunakan adalah kelapa yang sudah direndam dengan minyak tanah dan dibakar. Gawangnya pun hanya menggunakam bambu dengan api menyala di bagian atas gawang. Anehnya, meski api berkobar, kaki mereka tidak terluka. Para santri justru sangat bersemangat untuk memainkannya. 

Gus Ab, sapaan akrab Ketua PCNU mengatakan bahwa sepak bola api tersebut sengaja dijadikan pembuka acara dalam memperingati Hari Santri Nasional. Dengan alasan, sepak bola api hanya dilakukan oleh para santri.

"Para santri sudah terbiasa dengan hal-hal yang panas, sebab makan saja kalau nggak kuat panas gak kebagian. Oleh karenanya, ini bagian dari pada kelebihan yang dimiliki oleh santri. Makanya santri di tanah Indonesia ini harus tumbuh memiliki semangat dan jiwa nasionalisme untuk cinta tanah air, karena Hubbul Wathon Minal Iman," kata Gus Ab.

Sesuai dengan tema hari santri tahun 2018 ini, Bersama Santri Damailah Negeri, Gus Ab mengajak para santri untuk bersama menjaga keutuhan NKRI. "Santri harus menjadi motor dan pelopor, bagaimana Indonesia ini tetap aman dan damai," ucapnya.

Senada diungkapkan oleh Agus H Abdul Mu'id, mengapresiasi atas kegiagan yang diselenggarakan PCNU bersama Pemkot Kediri ini. Karena sebenarnya sepak bola api ini sudah rutin dilaksanakan oleh Ponpes Lirbyo sebagai acara tahunan.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua. Juga semakin menyadarkan peran santri bahwa mereka adalah orang yang ikut mendirikan bangsa ini dan kemudian berkewajiban merawat, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil, Salah Satu Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Agus H Abdul Mu'id Shoib, Pembina Gasmi H Agus Muhtadi, dan Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Mukhiyar. 

Untuk diketahui, rangkaian peringatan hari santri di Kediri akan berlanjut pada tanggal 21 besok digelar diskusi hari santri, malamnya pembacaan sholawat nariyah dan Hadrah Ishari di aula Muktamar. Kemudian tanggal 22, pada hari Senin pagi apel hari santri di halaman Pondok Pesantren Lirboyo. 

Dilanjut tanggal 26 Oktober futsal sarungan, tanggal 28 parade beduk dan pawai taaruf, tanggal 4 November digelar jalan santai sarungan dan diakhiri istighosah dan santunan kepada para dhuafa dan yatim piatu sekaligus liwetan ala santri di Kantor PCNU Kota Kediri.

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top