Berbekal Kentang dan Kedelai, Petani Kediri Bikin Obat Anti-Hama Mujarab

Mohammad Zaini saat melakukan proses pembuatan agens hayati. (eko Arif s /JatimTimes)
Mohammad Zaini saat melakukan proses pembuatan agens hayati. (eko Arif s /JatimTimes)

KEDIRITIMES – Serangan hama wereng dan penyakit yang terjadi menempatkan petani sebagai korban sekaligus pihak yang paling banyak dirugikan. Seperti yang dialami petani di lingkungan Lebak Tumpang, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Kondisi tersebut membuat para petani nyaris putus asa karena terancam gagal panen akibat serangan hama wereng. Penggunaan pestisida sudah kerap dilakukan. Namun, hasil yang mereka peroleh tetap sama. Hama-hama tersebut enggan pergi meninggalkan lahan mereka. 

Berawal dari situ, sejumlah petani yang tergabung dalam Pos Pelayanan Agens Hayati (PPAH) Zainkent mencoba memproduksi sebuah obat pengendali organisme pengganggu tanaman berbasis mikroba sejenis jamur dan bakteri, yang biasa disebut agens hayati. 

Obat alami tersebut diproduksi petani sebagai pengganti pestisida dan pupuk kimia. Obat itu bisa membunuh berbagai hama seperti wereng cokelat, walang sangit, hama pengegerk, kutu kebul, aphis, trips dan hama bles. Selain membunuh hama, obat tersebut dapat menyuburkan tanah. 

Untuk membuat obat alami atau biasa disebut Agens hayati tersebut sangat mudah sekali.Bahan yang dibuat yaitu kentang dan kedelai kemudian dimasak dan diambil airnya, kemudian dicampur dengan larutan gula pasir.Setelah dingin baru dicampur biang bakteri dan jamur (Isolat), kemudian dilakukan fermentasi selama 6 hari.

Menurut Mohammad Zaini (60), ketua PPAH Zainkent, dengan menggunakan obat agens hayati ini, petani bisa mengendalikan hama hampir 90 persen. Dampaknya, hasil pertanian meningkat 50 persen dari sebelumnya.

"Produksi agens hayati milik PPAH Zainkent ini juga banyak diminati oleh petani di sekitar Kota Kediri. Sejak 10 bulan lalu kelompok tani ini sudah memproduksi 700 botol agens hayati," jelasnya saat ditemui di rumahnya, Minggu (21/10/18)  pagi. 

Ia menambahkan, agens hayati yang diproduksi oleh PPAH Zainkent ada empat produk. Yaitu coryne, beauveria bassiana, jamur lecani, dan PF, yang bisa membasmi dan mengendalikan hama. Satu botol berisi satu liter agens hayati dijual Rp 20 ribu, yang bisa digunakan untuk satu hektare lahan pertanian. 

"Selain aman dan ramah lingkungan, agens hayati juga lebih murah dan lebih mudah dibanding pestisida kimia. Agens hayati ini bisa mencari hama sasaran setelah disemprotkan ke tanaman. Sedangkan pestisida kimia tidak bisa membunuh hama jika cairan pestisida tidak mengenai hama tersebut. Penyemprotannya harus dilakukan sore hari," kata Zaini. (*) 

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top