Ketua Dewan Kesenian Kediri Beber Kunci Sukses Membangun Brand Produk Lokal

Ketua Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar (kiri) dan Dinny Jusuf, pendiri dan CEO Torajamelo (kanan). (Foto : Ist)
Ketua Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar (kiri) dan Dinny Jusuf, pendiri dan CEO Torajamelo (kanan). (Foto : Ist)

KEDIRITIMES – Para pengrajin dituntut untuk tahu bagaimana strategi dan bagaimana cara membangun brand. 

Dekranasda Kota Kediri melihat perlunya brand awareness bagi pelaku industri kreatif agar produk kreatif di Kota Kediri mendapatkan animo dan kepercayaan dari8 konsumen.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar saat membuka Talkshow Membangun Brand, Sabtu (3/11) di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri.

Dalam sambutannya, Ferry Silviana mengungkapkan talkshow ini merupakan rangkaian kegiatan dari Dhoho Street Fashion yang tahun ini merupakan tahun keempat pagelaran tersebut. 

Dhoho Street Fashion sendiri merupakan acara fashion show dengan mengangkat kain lokal Kota Kediri seperti batik dan tenun ikat.

"Setelah digelar setiap tahunnya Dhoho Street Fashion kami rasa efektif dan efisien untuk mengangkat kain lokal agar dikenal oleh masyarakat global. Tahun 2016 kami juga mengikuti Jakarta Fashion Week yang bekerjasama dengan desainer nasional" ujarnya.

Bunda Fey berharap peserta akan menggali ilmu sebanyak-banyaknya pada talkshow ini.

Talkshow ini berangkat dari kesadaran Pemerintah Kota Kediri bertekad untuk terus mendorong pertumbuhan industri kreatif di Kota Kediri.

Hal ini dimaksudkan agar sektor ini dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus penyerapan angkatan kerja. 

Dalam hal ini, sama satu tantangan terbesarnya adalah membentuk kesadaran para pelaku industri kreatif akan pentingnya membangun brand produk kreatif yang dihasilkan.

Hadir sebagai narasumber adalah Dinny Jusuf, pendiri dan CEO Torajamelo yang telah sukses menjadikan tenun dari Tanah Toraja dan beberapa daerah lain lebih dikenal oleh masyarakat domestik dan mancanegara.

Pada kesempatan itu, Dinny Jusuf berbagi cerita mengenai kiprah Torajamelo yang selama ini concern dalam pelestarian tenun Nusantara dan berfokus pada peningkatan kesejahteraan para perajin tenun tradisional.

Materi disampaikan dengan gaya interaktif melalui pemutaran video, diskusi dan tugas kelompok sehingga para peserta bersemangat mengikuti talkshow hingga selesai.

“Dari interaksi saya di peserta, saya merasa kagum terhadap potensi dan kearifan lokal Kota Kediri yang bisa dijadikan inspirasi bagi pelaku industri kreatif dalam membangun brand produknya”, papar Dinny saat ditemui usai talkshow.

Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan terbentuk brand awareness para pelaku industri kreatif di Kota Kediri yang pada akhirnya berimplikasi terhadap perkembangan unit bisnis mereka.

Tidak hanya talkshow dalam kesempatan ini peserta juga diajak berdiskusi dan brainstorming membentuk brand.

Hadir dalam acara ini dihadiri tak kurang dari 50 orang pelaku industri kreatif di Kota Kediri, termasuk para perajin tenun, batik tulis, produk kriya dan industri fashion lokal.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top