Tujuh Penari Mancanegara Kolaborasi Pentas Bareng Kisah Panji Asmorobangun

Penari mancanegara dan penari lokal menari kolaborasi berkisah tentang Panji. (eko Arif s /JatimTimes)
Penari mancanegara dan penari lokal menari kolaborasi berkisah tentang Panji. (eko Arif s /JatimTimes)

KEDIRITIMES – Tidak hanya menjadi legenda di tanah Jawa, Cerita Panji juga menjadi inspirasi dalam sajian seni pertunjukan rakyat Indonesia bahkan mancanegara. 

Selain menyuguhkan rangkaian cerita mengenai kisah Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji, nilai-nilai moral dan budi pekerti di dalam kisah ini juga turut diimplementasikan ke dalam seni pertunjukan. 

Keberagaman Budaya Panji itu, hadir di tengah hangatnya keramahan masyarakat Kota Kediri, dalam pagelaran pertunjukan seni budaya Panji bertaraf internasional. 

Acara pagelaran tersebut diadakan di Goa Selomangleng Kota Kediri, dan diikuti oleh tujuh negara berasal dari Perancis, Spanyol, Jerman, Cina, Brasil dan Mexico termasuk Indonesia akan mengirimkan seniman mereka menjadi peserta acara bertajuk "Panji Mbulan". Seniman dari tujuh negara menghadirkan seni gerak tari kolaborasi yang menuturkan tentang Panji. 

Goa Selomangleng dipilih menjadi tempat pementasan kesenian Panji karena menyimpan jejak sejarah kisah Dewi Kilisuci. Sejumlah sejarawan menguatkan jejak itu dan menyatakan Goa Selomangleng menjadi tempat pertapaan Dewi Kilisuci.

Menurut Nur Muhyar, kepala Disbudparpora Kota Kediri mengatakan, ini acara tahunan kami untuk melestarikan cerita Panji. Hanya saja temanya tahun ini beda, yakni Panji Mbulan. “Kami angkat cerita Panji Mbulan ini dalam berbagai bentuk kesenian mulai dari cerita tarian, lagu maupun syair,” terang Nur Muhyar, Minggu (18/11/18) siang. 

Nur Muhyar menegaskan bahwa acara tahunan ini merupakan salah satu bentuk upaya dari Pemkot Kediri melalui Disbudparpora untuk meramaikan potensi wisata budaya di Kota Kediri.

Selain menjaga keutuhan dari situs-situs purbakala dan temuan benda-benda peninggalan sejarah, Disbudparpora juga berupaya mengeksiskan cerita-cerita budaya asli Kediri. Salah satunya cerita panji. Agar ada daya tarik yang bisa membuat masyarakat datang. “Hal ini bisa memberikan efek menggeliatnya perekonomian lokal,”tandasnya. 

Sementara itu Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, bahwa ke depan akan membuat pagelaran seni semakin menarik dan membuat acaranya jauh lebih besar. "Kota Kediri memang tidak ada destinasi wisata yang cukup menarik untuk mendatangkan orang sehingga rasanya kita perlu mengadakan acara by design seperti ini. Kita juga mengadakan event, mendatangkan UMKM agar masyarakat daerah lain tertarik untuk berkunjung ke Kota Kediri", jelasnya.

Wali Kota muda tersebut juga menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun pemerintah kota kediri selalu berinovasi salah satunya dengan berkolaborasi dengan semakin banyak seniman baik lokal maupun mancanegara. 

"Acara ini sudah empat kali diadakan dan kami juga selalu bekerjasama dengan beberapa seniman baik dari berbagai daerah maupun luar negeri sehingga acaranya semakin mantab. Kita bisa mengekspos Goa selomangleng dan menjadi tontonan khususnya bagi masyarakat Kota Kediri dan alhamdulillah saya lihat juga banyak yang dari luar Kota Kediri," jelasnya. 

Sementara itu, Sinarto Kepala Disbudparpora Jawa Timur mengatakan bahwa Kota Kediri memiliki Goa selomangleng yang patut untuk dieksplor dan memiliki sisi historis. 

"Kami dari Jawa Timur akan mencoba menyatu dengan Pak Wali yang memiliki strategi untuk mengeksplor potensi wisata di Kota Kediri. Panji sekarang menjadi pikiran besar di Indonesia. Jadi harus diungkap sejauh mana nilai budayanya. Kota kediri ke depan punya masa depan juga bisa dijadikan sebagai art tourism artinya di Kota Kediri inilah memungkinkan memiliki amenitas, aksesibilitas dan atraksi kepariwisataan," tandasnya. 

Untuk diketahui, cerita Panji juga telah ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai ingatan dunia atau Memory of the World (MoW).

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : A Yahya
Publisher : Yogi Iqbal
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top