Hanya karena Foto dengan Cawapres Sandiaga Uno, Oknum Kades Asal Mojokerto Jadi Tersangka, Kok Bisa?

Suhartono Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Mojokerto saat berpendapat terkait statusnya menjadi tersangka lantaran berfoto bersama Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut dua Sandiaga Uno (Foto : Screenshot youtube)
Suhartono Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Mojokerto saat berpendapat terkait statusnya menjadi tersangka lantaran berfoto bersama Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut dua Sandiaga Uno (Foto : Screenshot youtube)

KEDIRITIMES, MALANG – Masih ingat dengan Suhartono, Kepala Desa (Kades) Sampangagung di Mojokerto?. 

Iya, pria yang akrab disapa Syeikh Nono itu, memang sempat viral lantaran aksi tidur diatas tumpukan uang beberapa waktu lalu. 

Kini, perangkat desa yang memiliki penampilan nyentrik itu, berstatus tersangka lantaran foto bersama salah satu kandidat Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno.

Dilansir dari youtube, Nono nampak dengan lugas mengomentari statusnya yang kini menjadi tersangka lantaran foto bersama Sandiaga.

Belakangan diketahui, beberapa waktu lalu Cawapres nomor urut dua itu, melakukan kunjungan ke daerah Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. 

Mengetahui hal ini, Nono beserta warganya berbondong-bondong menuju lokasi yang dituju Sandi. 

Ketika bertemu, pria yang memiliki kulit sawo matang ini, lantas menghadang Sandi lalu mengajak foto bersama.

Dalam rekaman video berdurasi 4 menit 58 detik itu, Nono berkomentar terkait status tersangka yang melekat kepadanya.

 “Ini merupakan suatu keuntungan bagi kita, dengan begini bola ada di kita,” kata Nono dengan nada lugas.

Menurutnya, dengan status tersangka karena pihaknya foto bersama Sandiaga, justru akan menjadi keuntungan bagi para pendukung Prabowo Sandi. Sebab, moment itu akan membuka mata masyarakat Indonesia. 

“Saya merupakan korban kezoliman rezim pemerintahan saat ini, kasus ini biar menjadi viral. Nanti masyarakat bisa menilai dan tahu sendiri, mana yang politik genderuwo dan sontoloyo,” terang Nono dengan nada seolah menantang.

Video yang sepertinya diambil di ruang tamu rumahnya itu, nampak banner jumbo tim sukses Prabowo Sandi yang terpajang menjulang tinggi di dinding kediamannya. 

Nono juga sempat berkomentar terkait solusi akan kezoliman rezim pemerintahan saat ini.

“Pemerintahan yang zolim itu makanya perlu diganti dengan yang baru, yaitu Prabowo Sandi,” tuturnya.

Menurutnya, kandidat nomor urut dua itu, dirasa lebih layak. Dia berdalih, jika Prabowo Sandi memimpin negeri, maka bangsa ini akan disegani di mancanegara. 

“Masyarakat bisa makmur, bisa kerja, lowongan pekerjaan banyak, dan harga sembako murah,” terangnya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh Kades di Indonesia, jika kasus yang saat ini menjeratnya, tidak perlu dikhawatirkan. 

“Tidak usah takut, kita bukan kriminal, kita tidak salah, ini hanyalah wujud memperjuangkan,” tegasnya.

Nono justru beranggapan jika, status tersangka yang kini membelenggunya merupakan tindakan penekanan dan pembodohan. 

“Hukum saat ini tumpul keatas, tapi tajam kebawah,” jelasnya.

Namun demikian, pria yang berpenampilan nyentrik ini, mengaku akan tetap mengikutri prosedur yang berlaku. 

Terlepas dari polemik itu, pihaknya mengaku mengapresiasi langkah Prabowo, yang menurutnya merupakan pilihan para ulama. 

“Saya salut akan kontrak politik Prabowo dengan ulama, kita ini memilih presiden pilihan ulama, bukan ulama pilihan presiden,” celetuk Nono.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, dalam situs youtube

 yang dipublish Senin (19/11/2018), sudah mendapatkan like ribuan dan ditonton lebih dari 6 ribu kali.

Diakhir video, terdapat sentilan terkait aksi Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), beserta seluruh bupati se Kalteng, hingga gubernur lain, yang menyatakan mendukung Jokowi - Kyai Ma’ruf, namun hingga kini baik-baik saja, dan tidak ada masalah.

 

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top