Jelang Akhir Tahun, Kenaikan Harga Komoditas Makanan Dorong Inflasi Kota Kediri

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menggelar press rilis di Gedung Bank Indonesia Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menggelar press rilis di Gedung Bank Indonesia Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)

KEDIRITIMES – Setiap menjelang akhir tahun, menghadapi moment dan liburan anak sekolah, hari besar keagamaan nasional (natal dan tahun baru), sudah bukan rahasia lagi jika nilai belanja masyarakat untuk kebutuhan pokok baik membeli ke pasar tradisional atau pun swalayan meningkat.

Pada November 2018 Kota Kediri mengalami inflasi 0,40% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,16% (mtm). 

Inflasi Kota Kediri pada November 2018 didorong terutama didorong oleh kenaikan harga pada komponen bahan makanan khususnya komoditas daging ayam ras, bawang merah, dan beras. 

Dengan demikian, inflasi Kota Kediri secara kumulatif tercatat sebesar 1,67% (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,11% (yoy). 

Kelompok volatile foods mengalami inflasi sebesar 1,41% dengan kontribusi 0,24%. 

Komoditas utama pendorong inflasi volatile foods adalah daging ayam ras, bawang merah, dan beras. Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga daging ayam ras disebabkan oleh berkurangnya populasi ayam pedaging di daerah sentra produksi akibat tingginya populasi ayam ras yang mati pada musim pancaroba. 

Sementara itu, kenaikan harga bawang merah di tengah musim panen disebabkan oleh masa jemur yang singkat pada musim penghujan, sehingga bawang merah lebih cepat membusuk.

Inflasi inti tercatat 0,12% dengan kontribusi 0,08% terhadap inflasi periode laporan. 

Inflasi didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas yaitu nasi dengan lauk, air minum kemasan, dan bumbu masak, sementara harga komoditas lain relatif stabil. 

Komponen administered prices mengalami inflasi 0,42% dengan kontribusi 0,08% terhadap inflasi periode laporan, didorong oleh kenaikan harga bensin dan rokok kretek. 

Kenaikan harga bensin disebabkan oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Series, Dex Series dan Biosolar Non-PSO per 10 Oktober 2018 menyusul kenaikan harga minyak dunia di pasar global. 

Sedangkan kenaikan harga rokok adalah sebagai bentuk penyesuaian industri terhadap kenaikan tarif cukai pada 2018 sekaligus sebagai upaya untuk mempertahankan kinerja perusahaan.

Prospek inflasi IHK pada tahun 2018 masih terkendali pada sasaran inflasi nasional 3,5%±1% (yoy). 

Koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi akan terus diperkuat terutama sebagai antisipasi meningkatnya harga komoditas menjelang akhir tahun.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, selama ini TPID menjaga inflasi stabil di kisaran 1-1,5. 

Jauh lebih rendah ketimbang daerah lain yang mencapai 3-4.

"Inflasi di Kota Kediri cukup bagus, konsisten, karena kita jaga terus. Menjaga harga tetap stabil, bukan sampai deflasi. Karena kalau deflasi kasian pedagangnya. Oleh karena itu, kita pantau terus," kata Mas Abu, panggilan akrab Abdullah Abu Bakar dalam rilis inflasi di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kediri, Selasa (4/12/18) siang. 

TPID terus melakukan pemantauan harga secara continue. Juga, Bulog melakukan pemantauan terhadap stok barang. 

Selain itu, dalam menjaga inflasi tetap stabil dengan melakukan Operasi Pasar (OP) yang bekerjasama dengan tiap tiap pemerintah kelurahan. 

Mas Abu juga berpesan kepada masyarakat Kota Kediri, menjelang hari besar keagamaan dan tahun baru, diharapkan agar berbelanja dengan bijak. 

“Belanja sesuai kebutuhan, jangan banyak-banyak,” ujar Wali Kota Kediri.

Sementara itu, Nasrullah Asisten Direktur Bank Indonesia Kediri mengungkapkan, bahwa tingkat inflasi di Kota Kediri pada bulan November  2018 sebesar 0,4% mtm lebih tinggi dari bulan sebelumnya yaitu 0,16% mtm, kenaikan tersebut disebabkan kenaikan harga bahan makanan.

Dengan demikian, inflasi Kota Kediri tercatat secara komulatif sebesar 1,67% ytd dan skala tahunan sebesar 2,11% yoy.

Di sisi lain, Ellyn T.Brahmana Kepala BPS Kota Kediri mengatakan tingkat inflasi Kota Kediri mulai akhir bulan November meningkat disebabkan banyak harga kebutuhan pangan yang naik dan yang terbesar menyumbang inflasi pada komoditas daging ayam, bawang merah dan beras. 

Walaupun begitu, persentase inflasi di Kota Kediri tetap dibawah tingkat inflasi nasional.

Dalam rilis ini dihadiri seluruh komponen TPID diantaranya, BI Kediri, Bulog Sub Divre Kediri, BPS Kediri, dan Kepolisian Resort Kediri Kota. 

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top