Pemkab Kediri Buka Bursa Kerja buat Penyandang Disabilitas

Pemkab Kediri membuka bursa kerja di gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri.(eko Arif s /JatimTimes)
Pemkab Kediri membuka bursa kerja di gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri.(eko Arif s /JatimTimes)

KEDIRITIMES – Bekerja atau berkarir adalah sarana untuk mengaktualisasikan diri bagi setiap manusia. Tak terkecuali penyandang disabilitas. 

Namun, membicarakan pekerjaan untuk penyandang disabilitas tidaklah mudah. Sebab, mereka harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni dalam bidangnya masing-masing. 

Ditambah lagi, penyandang disabilitas mempunyai hambatan tersendiri. Contoh yang paling sering ditemui adalah akses tempat kerja atau bangunan kantor, termasuk fasilitas umum di Indonesia, belum jadi akses yang diharapkan penyandang disabilitas.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyelenggarakan bursa kerja 2018 dengan menggandeng lebih dari 60 perusahaan se-Jatim. Bursa kerja itu termasuk memberikan peluang bagi penyandang disabilitas.

"Kami mengadakan bursa kerja ini termasuk mendatangkan dari kerjabilitas.com (lembaga untuk mencari informasi kerja untuk penyandang disabilitas). Dengan itu, teman-teman difabel bisa terwadahi," kata Kepala Bidang Transmigrasi dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri Jumadi saat ditemui di sela-sela pembukaan bursa kerja di gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Rabu (5/12/18). 

Jumadi mengungkapkan, pemkab menilai mereka yang difabel juga harus mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Proses rekrutmennya diserahkan ke lembaga yang mewadahi, termasuk perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dari difabel tersebut.

Pihaknya menilai, animo para penyandang disabilitas juga cukup baik. Pada 2014, pemkab juga membuka bursa kerja dengan mendatangkan perusahaan untuk perekrutan penyandang disabilitas dan hasilnya baik. Diharapkan pada 2018 ini animo mereka juga lebih baik lagi.

Untuk kegiatan ini, Jumadi menyebut diselenggarakan dua hari, yakni Rabu-Kamis (5-6/12). Acara ini melibatkan lebih dari 60 instansi se-Jatim, termasuk tujuh di antaranya UMKM dari Kabupaten Kediri. 

Jumadi menambahkan, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk semakin mengurangi tingkat pengangguran. Dari data selama ini, tingkat pengangguran di Kabupaten Kediri masih 3,18 persen atau sekitar 27 ribu. Namun, pihaknya mengklaim data itu lebih rendah ketimbang tingkat pengangguran terbuka di Jatim maupun nasional.

"Untuk mengurangi angka pengangguran terbuka,sebenarnya pemkab sudah berupaya untuk melakukan berbagai macam pelatihan seperti jahit. Setelah mengikuti pelatihan, mereka diharapkan bisa mandiri,"imbuhnya. 

Sementara itu, Youth Worker and Program Officer kerjabilitas.com Billy Purwocaroko mengatakan, lembaganya sudah berdiri sejak 2014. Selama ini lembaganya membantu para penyandang disabilitas untuk mendapatkan tenaga kerja seperti memberikan pelatihan maupun menyalurkan tenaga kerja.

"Peminatnya cukup tinggi. Kami sejak 2014 hingga sekarang, sudah lebih dari 100 orang penyandang disabilitas se-Indonesia. Peminatnya juga cukup tinggi," kata dia.

Ia menyebut minat mereka yang penyandang disabilitas untuk bekerja sebenarnya tinggi. Bahkan mereka banyak yang membuat CV tapi tidak bisa diterima karena terkendala. 

Lebih lanjut, ia mengatakan selama ini yang banyak dibantu oleh pihaknya adalah yang tuli dan tunadaksa. Yang  tuli bisa sangat fokus. Sementara yang  tunadaksa bisa mandiri. 

Pembukaan pelatihan itu dilakukan oleh Asisten II Pemkab Kediri Bagian Perekonomian dan Pembangunan Widodo Imam Santoso. Acara berlangsung dengan lancar. Ratusan pengunjung juga langsung memadati lokasi bursa kerja tersebut sambil membawa berkas lamaran. (*)

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top