Menikmati Makanan dan Minuman Dibawah Sejuknya Hutan Pinus

Para pengunjung kedai 66 menikmati suasana di hutan pinus (eko Arif s /JatimTimes)
Para pengunjung kedai 66 menikmati suasana di hutan pinus (eko Arif s /JatimTimes)

KEDIRITIMES – Menikmati sejuknya udara pegunungan dibawah hutan pinus sambil disuguhi beberapa makanan dan minuman, merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan.

Berlatarkan panorama hamparan hutan pinus yang hijau yang terletak dilokasi demografi berada dilereng kaki Gunung Wilis. Ada sebuah kedai yang menawarkan suasana alami dengan panorama pemandangan hutan pinus.

Warung tersebut dinamakan kedai 66, dengan sentuhan tangan tangan kreatif 
empat orang anak muda, yang baru lulus kuliah, kawasan area hutan pinus  tersebut di sulap menjadi sebuah warung dan tempat kongkow yang asik, inovatif, dan positif.

Kedai 66 sendiri menawarkan berbagai menu makanan dan minuman dengan suasana bersantap yang nyaman.

Tak heran kalau Kedai 66 tersebut menjadi buruan sekaligus tempat favorit bagi remaja-remaja kekinian. Bahkan tak cuman remaja, kalangan anak-anak hingga orang tua pun juga ikut meramaikan.

Selain sebagai tempat nongkrong Kedai 66 ini rupanya juga sangat cocok untuk menghilangkan penatnya rutinitas sehari hari.

"Kita ingin menawarkan suasana yang beda, kalau orang kota jenuh dengan rutinitasnya, biasanya mereka datang kesini," kata Dhika Catur (22) salah satu pengelola kedai 66.

Salah satu minuman yang menjadi andalan kedai ini adalah es blend dan kopi. "Es blend ini minuman perpaduan susu crime, kopi dan susu murni segar, harganya cuman 10 ribu rupiah," tutur Dhika.

Bagi pencinta minuman kopi, bisa mencoba sensasi kopi hijau asal Tulunganggung serta kopi giras dan kopi tubrul asal Gresik Jawa Timur.

"Kalau kopi hijau itu campuranya kacang ijo kopi, ada juga kopi giras yang memiliki rasanya yang khas manis dan pahit. Harga minuman kopi ini kita pukul rata 5 ribuan per gelas," tuturnya.

Selain makanan dan minuman, pihak pengelola juga menyediakan fasilitas tempat untuk berswafoto, hammock dan juga menyedian tempat duduk ayunan berbahan baku kayu.

Lokasi Kedai 66 berada dilereng kaki Gunung Wilis. Dibuka sejak bulan September 2018 lalu hingga sekarang pihak pengelolah telah mempekerjakan sembilan orang karyawan. Kedai tersebut mulai dibuka mulai pukul 9 pagi hingga tutup 5 sore menjelang petang.

Jumlah pengunjung yang datang setiap harinya bisa mencapai antara 100 hingga 300 konsumen. Jumlah konsumen yang datang bisa bertambah apabila memasuki momen liburan dan akhir pekan.

"Mereka yang datang tidak hanya berasal dari lokalan masyarakat Kediri saja, melainkan juga dari luar kota," katanya.

"Kebanyakan pengunjung yang singgah kesini berasal dari Surabaya, Jombang, dan Mojokerto. Mereka berkunjung ke tempat wisata air terjun Dolo dan Irenggolo di atas, lalu turun mampir ke sini," ujarnya.

Karena lokasi kedai berada diruang terbuka di area hutan Pinus, pihak pengelolah sebelumnya sudah melakukan upaya antisipasi dengan membuat ruangan semi permanen yang diperuntukan bagi pengunjung yang ingin berteduh apabila turun hujan. "Kita buatkan mas tempat untuk berteduh apabila turun hujan,"kata Dhika. 

Sementara itu, menurut salah satu pengunjung, Gita (17) seorang pelajar warga Kecamatan Papar Kabupaten Kediri mengatakan, dirinya datang bersama beberapa orang temanya ke kedai ini bermaksud untuk foto album sekolah, karena suasana dan tempatnya sangat bagus untuk berfoto - foto.

"Saya tahunya dari medsos kalau di sini ada kedai tempatnya berada di kawasan hutan pinus. Bagi saya ini cukup unik dan bisa kita eksplore untuk selfie bersama teman-teman,"ucap Gita. 

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top