Di Tengah Keterbatasan, Hasilkan Aneka Karya Kerajinan Rajut

Siti saat merajut di atas kursi roda.(eko Arif s /JatimTimes)
Siti saat merajut di atas kursi roda.(eko Arif s /JatimTimes)

KEDIRITIMES – Sambil duduk di kursi roda di dalam rumahnya yang sederhana, Siti Muslipah memusatkan perhatiannya pada sehelai benang berwarna coklat dan sebuah jarum yang berada di hadapannya. Dia dengan teliti membuat rajutan yang membentuk sebuah pola yang menghasilkan sebuah karya dengan bentuk yang sangat indah.

Meski memiliki keterbatasan fisik atau difabel, hingga saat ini, tidak terhitung karya yang telah dihasilkan oleh Siti Muslipah melalui karya aneka amigurumi (kerajinan rajut) dengan label ‘Siti Handmade’.

Bahkan hasil kerajinan rajut karya Siti sudah menembus antero Nusantara. Mulai kota besar di pulau Jawa hingga luar Jawa kini rutin memesan hasil karyanya melalui online.

Dari penuturan Siti, setidaknya ratusan produknya ludes terjual setiap bulan dengan hampir keseluruhan melalui online. “Produknya mulai gantungan kunci boneka, tas dan dompet. Jualnya lewat Instagram dan Facebook,” jelasnya saat ditemui di rumahnya di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem.

“Paling laku ya gantungan kunci. Motif teddy bear. Ada yang pesan hingga 120 buah motif tersebut sekarang,” tuturnya

Siti bercerita awalnya usaha ini tidak sengaja. Waktu itu dirinya bekerja sebagai buruh pembuat besek dari bambu. Iseng-iseng ia membuat gantungan kunci teddy bear berjumlah 5 buah. Lalu oleh keponakannya yang masih sekolah SD, gantungan kunci tersebut dijual di sekolahnya. Ternyata sambutannya sangat positif.

“Waktu itu dijual 5 ribuan per biji dan laku semua. Lalu saya termotivasi membuat lagi dan belajar model yang lain secara otodidak di internet. Ternyata menjadi jalan rejeki saya,” kenangnya.

Siti menjalani hidup sebagai disabilitas sejak kelas 5 SD. Sebelumnya perempuan 38 tahun ini dapat berjalan normal dan bersekolah. Suatu ketika kakinya tiba-tiba terasa lemas dan tidak bisa digunakan berjalan lagi. Sejak itulah dirinya menjadi putus sekolah karena tidak memiliki fasilitas untuk berangkat ke sekolah dan berada dalam ekonomi yang sederhana.

Hasil karya rajutan Siti Muslipah

Karena harus menggunakan kursi roda, Siti tidak bisa memasarkan karyanya melalui direct selling dengan optimal. Dirinya mengoptimalkan sisi online karena menurutnya pembeli tidak harus bertemu dengan pembuat produk secara langsung.

“Belajar membuat pemasaran online melalui kelas online yang saya ikuti di internet. Alhamdulillah dapat belajar bagaimana mengemas produk dan membuat display di medsos yang menarik. Semua masih belajar dan berproses,” tuturnya.

Siti kini mampu membuat sedikitnya lima kerajinan rajut per hari. Kesemuanya dilakukan sendiri olehnya mulai pagi hingga sore. Harga yang ia patok untuk gantungan kunci mulai 15 ribu hingga 35 ribu. Sementara untuk tas dan dompet tergantung tingkat kesulitan, jumlah warna dan ukuran.

Siti berharap, paradigma penyandang disabiltas dapat terkikis seiring dengan kreativitas yang mereka tunjukkan. Termasuk, era teknologi informasi semakin membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk bisa bersaing di dunia kerja

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top