Kangen Jajanan Tradisional, Warga Kediri Harus ke Sini

Ada makanan seperti, cenil, gethuk, samplok, dan nasi jagung yang dijual dengan harga murah. (Foto: Istimewa)
Ada makanan seperti, cenil, gethuk, samplok, dan nasi jagung yang dijual dengan harga murah. (Foto: Istimewa)

KEDIRITIMES – Ribuan warga Kediri dan sekitarnya menyerbu pusat jajan dan makanan tradisional di Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, (17/3/2019) Minggu pagi. 

Ada aneka makanan seperti, cenil, gethuk, samplok, dan nasi jagung yang dijual dengan harga murah.

Pusat Jajanan Tradisional ini menyediakan berbagai makanan jadul berbahan ubi-ubian yang kini cukup sulit untuk ditemukan di era makanan kekinian. 

Selain murah, jajan ndeso ini rasanya sangat enak untuk dinikmati masyarakat dan sehat. Selain itu juga harganya murah meriah.

Makanan berbahan ubi-ubian, kacang-kacangan dan parutan kelapa ini, adalah salah satu makanan yang paling dicari pembeli, karena rasanya yang nikmat. 

Sebab, jajanan tradisional ini cukup sulit ditemukan diera makanan modern.

Pedagang jajanan tradisional ini pun juga menyediakan tempat duduk lesehan. 

Warga bisa menikmati jajanan tradisional sepuasnya dengan harga yang sangat murah meriah.

Sri, salah satu pembeli mengatakan, kenikmatan makanan disini ini dapat mengobati rindunya pada makanan khas zaman dulu. 

Selain dimakan di tempat, ia juga membawa jajanan jadul untuk dimakan saat dirumah. 

Kepala Desa Mangunrejo, Sutrisno mengatakan setiap hari Minggu ada sekitar 1.500 hingga 2.000 orang pengunjung dari Kediri dan sekitarnya yang datang di pusat jajanan tradisional desanya.

"Di sini kami menyediakan 30 penjual makanan tradisional di dalam pasar. Kami juga bekerja sama dengan Agro Lestari untuk memenuhi bahan makanan bagi pedagang," ungkap Sutrisno, Kades Mengunrejo.

Di dalam pasar tradisional ini, harga makanan dipatok mulai dari seribu rupiah hingga Rp 5 ribu.

Sementara, pasar buka setiap hari minggu, mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. 

"Para pengunjung bisa memilih aneka makanan tradisional. Sengaja kami membuat terobosan atau inovasi ini agar warga masih menjumpai makanan tradisional," jelas Sutrisno.

Pewarta : Bambang Setioko Kediri TIMES
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top