Soto Kambing "Dok" Mbah Jani, Terkenal sejak Zaman Belanda

Istri pemilik warung soto Mbah Jani saat melayani pembeli. (eko Arif s /JatimTimes)
Istri pemilik warung soto Mbah Jani saat melayani pembeli. (eko Arif s /JatimTimes)

KEDIRITIMES – Saat ini penjual soto begitu menjamur, membuat makanan ini sangat mudah dijumpai. Pagi, siang hingga malam, rasanya makanan ini selalu dapat dinikmati setiap waktu.

Umumnya, sajian soto cenderung menggunakan ayam atau daging sapi. Namun berbeda dengan soto khas Mbah Jani , yang lebih memilih daging kambing sebagai bahan utamanya. Soto kambing Mbah Jani  dapat dijumpai di Desa Melati. Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. 

Soto kambing Mbah Jani sudah berdiri sejak tahun 1940, sebelum republik ini merdeka. Masakan soto daging Mbah Jani kini sudah beralih tiga generasi. Kini usaha itu diteruskan oleh cucunya bernama Basuki.

Yang menjadi pembeda soto daging Mbah Jani dengan masakan soto lainya adalah pilihan penyajian dan citra rasanya yang khas. "Kebanyakan soto di Kediri kan penyajian lauknya menggunakan daging sapi. Kalau di sini justru pilih daging kambing," terang Linda (41), istri pemilik warung soto Mbah Jani.

Selain menu lauknya menggunakan potongan irisan daging kambing, soto daging Mbah jani dimasak divatas tungku api mempergunakan  kayu arang (potongan kayu). Pemilik warung soto masih memakai rombong pikul peninggalan warisan orang tuanya sehingga nuansa yang ada di dalamnya terkesan kuno. "Kalau masak menggunakan kayu arang kan, rasanya lain lebih enak," ungkap ibu dua anak ini.

Bumbu yang digunakan untuk membuat soto tersebut menggunakan resep olahan bumbu dapur  keluarga yang sudah ada sejak turun-temurun. Di antaranya jah dan kencur. Bumbu bersama daging kambing kemudian dimasak selama kurang lebih tiga jam lamanya. 

Selain resep bumbu masakan yang sudah lama, soto daging kambing Mbah Jani masih setia mempertahankan produk kecap manis asal Tulunganggung, Jawa Timur, sebagai pendamping pelengkap rasa.

"Meski sekarang ini lebih banyak produk kecap di pasaran, kami masih tetap pergunakan kecap lama buatan Tulunganggung yang rasanya lebih pas  menyatu dengan kuah soto. Kami kalau beli langsung satu kotak," timpalnya.

Yang cukup unik dan  jarang dijumpai pada warung makan lainya, ketika kuah soto selesai diberi kecap, penjual selalu membenturkan botol kecap ke bawah sehingga mengibatkan bunyi suara jedok. 

Harga satu porsi soto daging kambing Mbah Jani dijual seharga Rp 6 ribu. Masakan soto tersebut disajikan menggunakan mangkuk berukuran kecil. Sebagai pelengkap, sayuran kecambah dan daun seledri disajikan ditaruh di atas mangkok.

Karena rasanya yang enak dan porsinya tidak terlalu  banyak lantaran menggunakan mangkok berukuran mini,  umumnya pelanggan yang datang ke sini selalu minta tambah makan lebih dari satu porsi mangkok.

Linda mengaku, pembeli yang datang tidak hanya berasal dari Kediri, melainkan juga luar daerah seperti Blitar, Tulunganggung, Trenggalek bahkan Surabaya. Jatah satu ekor kambing biasanya sudah habis dalam jangka waktu empat hari.

"Kambing satu ekor kami sembelih sendiri. Jadi, nggak perlu repot repot beli daging di pasar. Biasanya satu ekor kambing untuk jatah empat hari. Tetapi kalau sudah masuk momen Lebaran, nggak sampai empat hari. Dua hari sudah habis. Nasinya bisa habis 10 kilo," kata dia.

Yanuar Dedy, pecinta kuliner asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mengaku baru pertama kali ini dia datang ke soto daging kambing Mbah Jani karena diajak temannya asal Kecamatan Mojo. Ia baru tahu, jika masakan soto daging kambing Mbah Jani sudah ada sejak 1940.

"Rasanya memang enak. Ini tadi saya habis tiga mangkok. Yang menjadi pembeda masakan soto di sini dengan daerah lain karena dagingnya menggunakan kambing dan kuah sotonya dipanasi menggunakan kayu arang. Kalau satu porsi saja, rasanya masih kurang," kata pemuda yang doyan berburu kuliner ini.

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top