Eva Sundari Dorong Bumdes Bersatu Galang Kekuatan Modal

Anggota MPR RI Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari menggelar Sosialisasi Empat Pilar di Basement SLG Kediri. (Foto: Dok Eva Sundari)
Anggota MPR RI Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari menggelar Sosialisasi Empat Pilar di Basement SLG Kediri. (Foto: Dok Eva Sundari)

KEDIRITIMES – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menggelar Sosialisasi Empat Pilar dengan tema "Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan Sebagai Wujud Penguatan, Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD RI 45" di Basemet Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri.

Dalam kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 500 Kepala Desa, dan Pimpinan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) serta 16 Camat yang bertugas diwilayah Kabupaten Kediri. Eva mengajak para ketua Bumdes untuk membentuk Badan Usaha Masyarakat Antar Desa (Bumades) agar mereka mempunyai kekuatan modal untuk memulai usaha.

Menurut Eva Sundari Alokasi Dana Desa ke masing-masing Bumdes yang biasanya kecil jika dikumpulkan di Bumades akan mencukupi untuk memulai kerja sama usaha dengan PT Mitra Bumdes Nusantara (MBN).

“Keadilan Sosial bisa diwujudkan dari pinggiran yaitu dengan menggerakkan usaha yang dimotori dengan persatuan atau gotong royong Bumdes-Bumdes,” kata Eva Sundari Kepada Kediritimes.com Kamis (11/04/2019) Siang.

Selain Eva Sundari hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kediri Bambang Supriyanto, Diretur Keuangan PT MBN Wiyoto dan Ketua Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Andi Yuwono sebagai narasumber. Dan kegiatan dibuka oleh Kabid Perekonomian Pemkab Kediri Heru setiawan, SE. MMM.

Dalam kesempatan ini Kepala OJK wilayah Kediri Bambang Supriyanto menegaskan pihaknya siap mendukung dan mendorong peningkatan akses keuangan pedesaan ke lembaga-lembaga keuangan.

“OJK siap mendukung pengembangan Bumdes maupun Bumades melalui pendirian Bumdes Center yang intinya adalah mendorong peningkatan akses keuangan pedesaan ke lembaga-lembaga keuangan,” jelas Bambang Supriyadi.

Lebih Bambang menambahkan, bahwa tingkat inklusi keuangan di perdesaan jauh lebih rendah dari perkotaan sehingga OJK mengembangkan program literasi keuangan dan ekonomi digital untuk pedesaan. 

Sementara itu Direktur Keuangan PT MBN Wiyoto memaparkan peluang kerja sama usaha antara PT MBN dan Bumades dengan gabungan modal 51% : 49%, namun dengan pembagian untung bersih 20% : 80%. 

“Kami juga akan memberikan bantuan teknis bidang manajemen dan konsultasi-konsultasi khusus untuk pengembangan usaha Bumdes maupun Bumades,” jelas Wiyoto kepada peserta sosialisasi.

Di sisi lain Ketua Asidewi Andi Yuwono dalam kesempatan ini menawarkan asistensi pendampingan bagi desa-desa yang ingin membuat master plan untuk desa wisata dengan cara mengajak para mahasiswa untuk melakukan KKN dan pendampingan di Desa. “Saya bisa minta para mahasiswa saya untuk KKN di desa-desa yang meminta pendampingan pembuatan master plan. Dengan demikian KKN bisa tematik sesuai kebutuhan desa-desa. Sama-sama happy,” kata Andi Yuwono bersemangat.

Sosialisasi Empat Pilar pada hari itu diakhiri dengan tanya jawab dan penyusunan rencana tindak lanjut beberapa desa dan kecamatan yang sepakat menjajaki dua gagasan sekaligus pembentukan Bumades dan pengembangan desa wisata. “Saya harap perencanaan keduanya bisa dilaksanakan di tingkat kecamatan sehingga antar desa bisa saling menguatkan bukan bersaingan antar desa yang saling mematikan,” harapan Eva Sundari di akhir acara.

Pewarta : Bambang Setioko Kediri TIMES
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top