Peringati Hari Kartini, Para Perempuan di Kediri Kendarai Vespa Pakai Kebaya

Para peserta pakai kebaya saat akan berangkat touring. (eko Arif s /JatimTimes)
Para peserta pakai kebaya saat akan berangkat touring. (eko Arif s /JatimTimes)

KEDIRITIMES – Kisah Kartini adalah inspirasi sekaligus ironi kaum perempuan pada sebuah negeri di masa lalu. Api semangatnya terus menyala. Untuk memperingati hari lahir pelopor kebangkitan perempuan Indonesia itu, gaya yang berbeda juga ditampilkan wanita-wanita cantik yang tergabung dalam Forum Scooterist Kediri (FSK). 

Beragam ekspresi ditunjukkan para Kartini masa kini. Mereka memeriahkannya dengan cara unik, yaitu berkonvoi mengenakan kebaya dengan puluhan skuter Vespa. Para Kartini modern ini, ingin memperkenalkan diri kepada masyarakat umum dan menunjukkan tidak hanya kaum pria yang bisa mengendarai vespa.

Menurut Dewi Sartika Ketua Panitia FSK mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Kita memakai kebaya dengan mengendarai vespa karena kita mengusung tema Kartini Millenial. "Peserta yang ikut dalam touring ada juga dari luar kota Kediri, dari Nganjuk, Malang ada juga dari Bali," ujarnya saat ditemui usai touring, Minggu (21/4/19).

Start dari Jembatan Lama Kota Kediri. Ini lantaran, jembatan yang berusia 1,5 abad dinilai menjadi ikon Kota Kediri. "Rute yang kita lewati Start di Jembatan lama melewati Sekartaji, jln diponegoro, SLG, pesantren dan finish di hutan kota. Selain touring kita juga menelusuri jejak jejak sejarah Kota Kediri," ucapnya.

Sementara itu menurut Koordinator Panitia FSK, Sigit Widodo mengatakan, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dan tidak membeda-bedakan golongan. Pasalnya, anggota FSK terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan dan daerah. Selain itu, kendaraan mereka juga dari keluaran lama sampai keluaran terbaru.

“Kebersamaan seperti ini perlu diapresiasi, mereka melebur menjadi satu tanpa mempermasalahkan gender maupun kendaraan. Sesuai dengan emansipasi wanita yang diperjuangkan oleh RA Kartini,” tuturnya.

Meskipun berkendara dengan menggunakan kebaya, beberapa dari Kartini modern ini juga mengikutsertakan anak mereka. Tak mau kalah, anak-anak yang hadir juga mengenakan kebaya lengkap dengan sanggul di kepala. Sedangkan para pengendara laki-laki, yang juga mengenakan pakaian ala abdi dalem dengan bawahan kain jarik serta mengenakan blangkon. 

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top