Tanggapan Polres Malang Kota Terkait Video Viral Buka Bersama Oppo Malang dengan Suguhan Miras

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK, SH, MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK, SH, MH (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

KEDIRITIMES, MALANG – Kasus viralnya video mengenai kegiatan buka bersama (buber) Oppo Malang yang menyediakan minuman beralkohol, memang sempat membuat geram masyarakat, utamanya umat Islam.

Namun setelah kejadian tersebut, jajaran Intel Polres Malang Kota mempertemukan pihak hotel, panitia penyelenggaran serta beberapa masyarakat yang komplain mengenai agenda buber yang menyuguhkan minuman beralkohol tersebut.

Dalam pertemuan itu, pihak hotel menegaskan jika pihaknya tidak menyediakan minuman beralkohol. 

Hotel hanya menyediakan makanan dan minuman untuk berbuka puasa saja.

Sedangkan minuman beralkohol tersebut, dibawa oleh oknum-oknum yang mengikuti kegiatan tersebut. 

Dari situ, kemudian pihak Oppo langsung mengungkapkan permohonan maaf.

Dan mengenai permasalahan atau tindak lanjut proses hukum adanya dugaan penistaan agama, MalangTIMES mencoba menanyakan kepada Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK.

Keberlanjutan proses hukum kaitan viralnya video dan dugaan adanya penistaan agama, belum bisa dilakukan proses hukum lebih lanjut. 

Sebab saat ini, masih belum ada masyarakat yang melaporkan secara resmi kaitan viralnya video buka bersama dengan suguhan miras.

"Ya belum bisa," ungkapnya singkat, sembari mengiyakan pertanyaan MalangTIMES tentang keharusan ada laporan terlebih dahulu, saat ditemui di ruangannya.

Ditanya mengenai tanggapan pihak kepolisian sendiri, apakah hal yang dilakukan  pihak Oppo Malang memang dinilai sebagai penistaan agama, pihaknya secara hati-hati mengatakan jika saat ini belum bisa menilai hal tersebut. 

"Tentunya kita harus dalami dulu hal itu. Rencananya, Pak Wali juga akan memanggil pihak Oppo untuk melakukan klarifikasi kembali, dan tentu kita akan monitor," jelasnya.

Namun yang jelas, pihaknya menekankan, jika dari hasil pertemuan kemarin, sudah ada permohonan maaf pihak Oppo yang berjanji tidak akan mengulangi  tindakan tersebut serta dari perwakilan yang hadir, dari masyarakat juga sudah menerima permohonan maaf tersebut.

"Mudah-mudahan ini tidak terulang, ini jadi pelajaran kita bersama. Terutama instansi atau masyarakat yang mengadakan buka bersama jangan dikotori dengan hal-hal tidak layak atau yang melanggar aturan agama," bebernya.

Sementara itu, mengenai adanya kegiatan buka bersama dengan suguhan miras tersebut, jika dinilai lolos dari pantauan dan dikatakan kecolongan, Kasat Intel Polres Malang Kota, AKP Budi Winarto membantahnya.

Dijelaskannya, kegiatan tersebut bukanlah menjadi pantauan wajib petugas. 

Pasalnya selain kegiatan berada di hotel, kehadiran tersebut merupakan keagamaan. 

Sehingga dari situ, mereka atau panitia tidak wajib untuk mengajukan perizinan keramaian.

"Jadi mereka ini tidak izin tidak apa-apa. Kalau pemberitahuan boleh. Namun ini mereka juga tidak memberi pemberitahuan. Kalau memberikan pemberitahuan tentu akan kita amankan," bebernya

Dan pasca kejadian itu, pihaknya juga telah mempertemukan pihak-pihak terkait, dimana terdapat dari pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, PCNU dan beberapa ulama.

"Mereka (pihak Oppo) ini undangannya acak, semua toko diundang, nggak melihat agamanya apa. Niatnya sebetulnya gathering  atau dinner. Dan beberapa undangan bawa minuman sendiri. Panitia kaget, pihak hotel juga tidak kelihatan. Namun setelah pertemuan pihak Oppo memang menyatakan permintaan maaf juga di depan ulama," pungkasnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top