Pengrusakan Rumah Akibat Tawuran Salah Sasaran

Rumah oeang tua Suroso yang dirusak warga menjadi tontonan warga  (Agus Salam.Jatim TIMES)
Rumah oeang tua Suroso yang dirusak warga menjadi tontonan warga (Agus Salam.Jatim TIMES)

KEDIRITIMES, PROBOLINGGO – Bacok Takbiran

Aksi warga yang merusak dan membakar rumah Suroso (20) dan kakaknya, di Desa Tongas Wetann Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jumat malam lalu salah sasaran. Sebab, pelaku penganiayaan yang menyebabkan M. Fahrur Rozi Aminullah (24) meninggal, Selasa (4/6) sekitar pukul 23.00 lalu, bukan Suroso.

Tetapi, pelakunya adalah M. Syahriful Munir (18) warga Dusun Kapasan RT 23 RW 09 Desa Tongas Wetan dan Aik Fauzi Purnamadani (20) warga Dusun Tombol RT 13 RW 5 Desa Tongas Kulon. Keduanya ditangkap di Desa Lekok, Kabupaten Pasuruan, beberapa saat setelah kejadian dan kini mereka mendekam disel tahanan Mapolres Probolinggo Kota.

Hal tersebut diungkap Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal, Senin (10/6) siang saat pres rilis kasus pembunuhan dimalam takbir tersebut. Disebutkan, saat Pembacokan Suroso berada di tempat lain, tidak ikut 2 rekannya yang membacok korban hingga tewas. Hanya saja, Alfian tidak menyebut lokasi keberadaan Suroso saat terjadi pembacokan. 

Kapolresta berterus terang, saat pengejaran dua pelaku, petugas berpapasan dengan Suroso yang berboncengan dengan 2 rekannya hendak menuju lokasi kejadian. Mereka bermaksud menolong Bahrul yang luka setelah dipukuli massa. Petugas melihat baju Suroso menonjol dan diduga gagang clurit. “Petugas melihat baju Suroso menonjol. Diduga, ia membawa senjata tajam (Sajam),” ujar kapolresta.

Selain membawa sajam, Suroso lanjut Alfian dikenal sering membuat keribun di desanya. Sehingga warga menuding, pelaku pembacokan Fahrur Rozi Aminullah adalah dirinya. Dua hari setelah kejadian yakni pada Kamis (6/6) malam, sejumlah warga Desa Tongas Wetan dan Desa Bayeman melampiaskan amarahnya. Mereka merusak dan membakar rumah Suroso dan kakaknya. “Warga salah sasaran. Suroso dikira pelakunya,” tambah Alfian.

Memang lanjut kapolresta, Suroso kabur setelah berpapasan dengan peugas paska kejadian pembacokan. Terakhir, ia diketahui kabur ke Surabaya dan saat ini sudah diamankan di Mapolrestaoso diserahkkan oleh kakaknya sendiri dan kakak iparnya, Senin (10/6) sekitar pukul 02.00. “Suroso diserahkan dan dititipkan di sini oleh kakaknya dan kakak iparnya. Katanya demi keamanan. Bukan ditahan, tapi diamankan. Dia bukan pelaku,” imbuhnya.

Mengenai aksi warga yang membakar dan merusak rumah Suroso dan kakaknya, ujar kapolresta masih didalami.dah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk 2 kepala desa. Kepala Desa Tongas Wetan dan Kades Bayeman dimintai keterangan, karena yang merusak dan membakar rumah, warga dua kades tersebut. “Keduanya kan pemangku jabatan di desanya. Ya kami mintai keterangan. Kan yang merusak dan membakar rumah, warga mereka. Tuh kadesnya masih diperiksa,” jelasnya. 

Ditambahkan, kasus pengrusakan dan pembakaran rumah saat ini masih didalami dan pihaknya sudah memintai keterangan sejumlah saksi. Hanya saja belum diketahui aktor dibalik kasus tersebut. Akibat aksi massa itu, keluarga Suroso mengalami depresi berat, terutama ayahanda Suroso. “Kami kasihan ke mereka. Bukan pelaku pembacokan, malah menjadi korban. Kami akan menyumbang merehab atau membenahi rua,” pungkas Alfian Nurrizal.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top