Polisi Penguji SIM Ini, Ternyata Juga Pawang Ular

Aiptu Harry K, saat menunjukkan ular Piton peliharaannya (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Aiptu Harry K, saat menunjukkan ular Piton peliharaannya (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

KEDIRITIMES, MALANG – Seorang anggota Polres Malang Kota yang bertugas di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM, yakni Aiptu Harry K (54), punya hobi yang unik. Di luar rutinitasnya menguji para pencari SIM A di Satpas Polres Malang Kota, ternyata ia memiliki hobi yang bisa dibilang ekstrem atau bisa dibilang agak nyleneh.

Jika biasanya banyak orang seusianya memelihara hewan peliharaan seperti burung kicau, ia justru memilih peliharaan seekor ular Piton yang cukup besar di rumahnya. Bahkan dari kegemarannya tersebut, ia memiliki empat ekor ular Piton. Ukurannya ada yang mencapai ukuran empat meter dengan diameter sebesar paha orang dewasa.  

Keberaniannya terhadap ular memang sudah dimulai sejak ia kecil. Saat ia tinggal di kawasan Ciliwung, Kota Malang, belakang rumahnya, memang merupakan sawah. Dan di bawah tersebut, ia seringkali menjumpai dan menangkap seekor ular. "Saat itu, memang belum terlalu suka dengan ular. Namun setelah jadi Polisi, ya sekitar tahun 1988, saya mulai suka memelihara reptil," jelas anggota yang sudah berdinas di Polres Malang Kota sejak 1995 ini (15/6/2019) kepada malangtimes.com.

Dari keberaniannya dan kegemaran memelihara ular tersebut, lanjut dia, seringkali dipanggil oleh warga untuk menangkap ular yang masuk ke rumah ataupun ke pekarangan. Ular yang pernah ia tangkap mulai ular kayu, ular Piton hingga ular kobra. "Sudah sering dipanggil warga kalau ada ular yang masuk ke rumah atau pekarangannya. Waktu itu pernah dipanggil di rumah salah seorang dokter, di rumahnya ada ular Piton jenis Kendang masuk, karena pemilik rumah nggak berani manggil saya langsung saya tangkap," bebernya

Meski dalam hobinya tersebut, bukan tidak pernah ia digigit oleh ular, hal tersebut tak membuatnya kapok. Sebab, menurutnya memang terdapat kenikmatan atau kepuasan tersendiri saat memelihara ular.  Dan pengalaman ia tergigit, saat itu karena tak sengaja menginjak ekor ular Piton peliharaannya. "Nggak sengaja terinjak, saya digigit pada kaki. Tapi nggak saya tarik, cuma saya sedikit lus kepalanya langsung dilepaskan. Dan saya heran melihat ularnya, seperti getun (menyesal) setelah menggigit juragannya. Mungkin dia sudah ngerti," bebernya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa untuk menjinakkan hewan buas seperti ular atau biawak, tidaklah sulit. Hanya diperlukan kewaspadaan dan sentuhan lembut pada hewan tersebut. "Jangan mengageti ular, biasanya kalau dikageti malah nggigit. Dan saat menanggani ular harus tenang," terang bapak tiga ini.

Selain memelihara ular, ia ternyata juga pernah memelihara jenis hewan lainnya, seperti Biawak, Kukang bahkan sampai memelihara buaya. Namun yang paling lama ia pelihara, adalah seekor Biawak. "Biawak pernah saya pelihara mulai kecil sampai besar, tapi waktu itu terlepas dan nggak kembali. Padahal biasanya balik, mungkin saja atau yang menemukan sehingga nggak kembali," jelas pria yang tinggal di Tambak asri RT 1, RW 2, Pecinan ini.

Saat ini, ular yang ia pelihara, sebanyak empat ekor. Satu ekor ular milikinya, ia beri makan seekor kelinci besar atau seekor marmut. Sekali memberi makan, misalkan dengan seekor kelinci, maka ular tersebut akan tidak makan selama kurang lebih tiga Minggu.

 

 

"Kalau makan marmut kadang dua mingguan diberi makan lagi. Kalau yang kecil kadang cuma diberi makan tikus. Memang saya selalu menyempatkan waktu setelah lepas dinas untuk merawat, memandikan. Dan semua karena memang kembali lagi karena hobi yang memberikan hiburan," pungkasnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top