Mutilasi Kejahatan Kejam, Berikut Kasus-Kasus Mutilasi yang Menghebohkan 2019

Ilustrasi mutilasi (genpi)
Ilustrasi mutilasi (genpi)

KEDIRITIMES, MALANG – Mutilasi, merupakan suatu kejahatan yang cukup kejam. Pelaku memotong bagian-bagian tubuh korbannya menjadi beberapa bagain dengan tujuan untuk menghilangkan jejak. Namun selain motif menghilangkan jejak, mutilasi juga dilakukan karena pelaku mengalami gangguan kejiwaan, sehingga apa yang ia lakukan tidak disadarinya.

Mengenai kasus mutilasi, pada tahun 2019 ini, terjadi sejumlah kasus mutilasi yang sempat menghebohkan publik. Dan kasus-kasus tersebut, juga dinilai sangat sadis. Berikut ini kasus-kasus mutilasi yang sempat menghebohkan masyarakat.

1. Mutilasi Ai Munawaroh dan Ujang Nuryanto

Pada 26 Januari 2019, warga Selangor, Malaysia dikejutkan dengan penemuan potongan tubuh manusia yang dimasukkan ke dalam tiga kantong di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian Malaysia, dua korban mutilasi tersebut, diketahui merupakan dua orang warga Bandung, yakni Ai Munawaroh dan juga Ujang Nuryanto.

Munawaroh sendiri merupakan asisten dari Ujang yang merupakan bos tekstil. Keduanya pergi ke Malaysia untuk melakukan bisnis tekstil.

Keduanya diduga hilang saat istri Nuryanto bernama Meli tidak bisa menghubunginya pada 22 Januari 2019. Dari situ, Meli akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jawa Barat.

Terungkapnya identitas Nuryanto dan Ai Munawaroh setelah Polisi Malaysia berhasil mendeteksi sidik jari Nuryanto, sementara untuk identitas Munawaroh, diketahui dari hasil tes DNA, karena potongan tangan Munawaroh belum ditemukan.

Sementara itu, Polisi Malaysia sempat menagmanakan dua terduga pelaku mutilasi, mereka adalah warga Pakistan berinisial A dan JIR.

Kedua korban sendiri akhirnya dimakamkan meski dalam kondisi yang sudah tak utuh lagi. Nuryanto dimakamkan tanpa kepala dan Ai dimakamkan tanpa kepala dan tangan.

2. Mutilasi Budi Hartanto

Penemuan mayat dalam koper pada 3 April 2019, sempat menghebohkan warga Blitar. Koper tersebut, ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu. Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian kepala.

Dari situ polisi langsung aja melakukan penyelidikan. Mengungkap kasus itu, polisi  memeriksa kembali 18 saksi dan olah TKP . Selain itu polisi menyusuri Sungai Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar guna mencari potongan kepala korban.

Beberapa waktu berlalu, petugas akhirnya berhasil menangkap pelaku mutilasi. Pelalu yakni Aris dan Aziz warga Kediri. Upaya pencarian kepala korban akhirnya juga berhasil. Pelaku membuang kepala korban ke sungai dikawasan Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Motif pelaku memutilasi korban ,diawali dari service seksual yang diberikan kriban kepada pelaku. Setelah selesai, korban lantas meminta upah, namun pelaku yang ternyata tak punya uang, membuat korban marah. Korban sempat menyerang pelaku dengan sebuah senjata, namun oleh pelaku direbut dan digunakan untuk membunuh korban.

Pelaku kemudian berupaya untuk menghilangkan jejak. Pelaku mengambil koper miliknya dirumah, lantas memasukan jasad korban kedalam koper. Karena TK muara, akhirnya pelaku memotong kepala korban dan membuangnya secara terpisah.

3. Mutilasi di Pasar Besar Malang

Pada 14 Mei 2019, masyarakat dan pedagang sekitar Pasar Besar heboh dengan ditemukannya mayat yang termutilasi. Mayat tersebut termutilasi menjadi enam bagian dan dibuang secara terpisah didalam kamar mandi dan juga dibawah tangga sekitar parkiran lantai tiga Pasar Besar.

Dari situ, petugas sempat kebingungan dalam mengungkap kejadian mutilasi itu. Namun sebuah petunjuk tulisan-tulisan dengan makana aneh, akhirnya berhasil didalami petuga dan berhasil menemukan pelaku mutilasi yang bernama Sugeng.

Setelah tertangkap, Sugeng mengaku jika korban adalah wanita yang baru ia kenal dikawasan Klenteng. Pelaku kemudian membawa korban ke Pasar Besar. Dan setelah disana, pelaku ingin mengajak korban untuk berhubungan intim. Namun korban tidak mau dan beralasan sedang sakit.

Disitu, awalnya Sugeng mengaku, jika korban meninggal karena sakit yang ia derita. Namun setelah berjalannya waktu, dan pendalam pihak kepolisian, terungkap jika Sugeng yang membunuh korban dengan cara menggorok leher korban.

Pelaku melakukan aksinya karena gagal tubuh berhubungan intim. Dari situ, saat korban pingsan, pelaku lamanya menggorok lehernya dengan gunting dan kemudian.  memutilasi korban.

Identitas korban sendiri sampai saat ini masih sulit untuk diungkap. Sebab sidik jari korban sudah mengalami pengerasan, sehingga tidak bisa terdeteksi.

Pihak kepolisian juga sudah membuat sketsa korban, namun sampai saat ini, masih belum ada yang mengakui jika itu keluarganya.

Sugeng sendiri diketahui juga memiliki perlakuan yang aneh. Bahkan ia juga pernah dipenjara karena terjerat kasus melakukan penganiayaan terhadap pacarannya dahulu.


4. Mutilasi Karoman

Sesosok mayat termutilasi ditemukan warga Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Saat ditemukan, potongan tubuh berupa tangan dan kepala belum ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah ditelusuri, terbuat korban merupakan Karoman, seorang neyalan setempat. Korban merupakan pencari ikan yang sejak kemarin tanggal 5 Juni 2019 mendadak menghilang.

Kesesokan harinya (6/6/2019) pagi hari, keluarga dan warga mencari korban di sekitar Sungai Arisan Bopeng, Dusun 2 RT 3, Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang tempat Karoman biasa mencari ikan.

Kemudian, anak korban, melihat pancing yang biasa ia gunakan menyembul ke permukaan air. Selain itu, warga yang ikut mencari juga menemukan perahu yang biasa digunakan korban untuk mencari ikan sekitar 300 meter dari pancing korban.

Dan dari lokasi penemuan perahu tersebut, korban warga terus berupaya mencari keberadaan Karoman. Dari situ, sekitar jarak 500 meter, warga menemukan jasad korban 
dengan kepala dan tangan korban yang terpotong.

Dan setelah itu, muncul seorang pria yang mengaku telah melakukan mutilasi dengan membuat video dan diposting dimedia sosial. Polisipun langsung bergerak mengamankan pelaku. Dari situ, diketahui jika motifnya karena tersinggung pelaku pernah diejek oleh korban.

5. Mutilasi Vera Kasir Indomaret

Vera Oktavia, seorang kasir cantik indomaret dimutilasi oleh pacarnya yang merupakan oknum anggota TNI bernama Prada DP.  Vera ditemukan dimutilasi di sebuah penginapan di Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Jumat (11/5/2019).

Saat ditemukan, korban dalam keadaan termutilasi pada tangannya. Kemudian tangan tersebut dimasukan kedalam kasur yang sobek.

Setelah ditemukan, polisi segera mengejar pelaku dengan melakukan pemeriksaan saksi. Sampai akhirnya, diketahui identitas korban. Berawal dari identitas korban yang diketahui, akhirnya merujuk kepada para korban yakni Prada DP.

Dan sejak ditemukannya jenazah Vera, Prada DP mulai menghilangkan jejak.  Dari situ, kecurigaan polisi akhirnya mengarah ke Prada DP. Semenjak itu iapun menjadi burin dari polisi dan juga pihak TNI.

Iapun akhirnya bisa diamankan oleh petugas dan diserahkan kepada pihak TNI. Awalnya ia mengaku jika motif mutilasi disebabkan karena korban hamil dan minta dinikahi. Namun pelaku belum siap karena beralasan masih terikat dinas.

Namun setelah terus didalami, motif mutilasi korban terungkap, jika mutilasi dilakukan karena pelaku menolak korban yang akan memutuskan pelaku.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]kediritimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]kediritimes.com | marketing[at]kediritimes.com
Top