Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi bersama Forkopimda saat deklarasi menolak kerusuhan di Mako Lantas Polresta Kediri. (Eko Arif S /JatimTIMES)

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi bersama Forkopimda saat deklarasi menolak kerusuhan di Mako Lantas Polresta Kediri. (Eko Arif S /JatimTIMES)



Peringati Hari Bhayangkara yang ke 73 Polresta Kediri menggelar jalan santai dan pasar murah di Mako Lantas di Jalan Brawijaya Kota Kediri, Minggu (16/6/19).

Bukan hanya sekedar jalan santai dan pasar murah, dalam kesempatan ini juga diadakan deklarasi Kota Kediri Damai, bagian dari gerakan Jatim Bersatu Menuju Indonesia Damai.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengatakan, kami deklarasi menolak kerusuhan. Tadi juga disampaikan oleh Ketua PN, jadi kami menyatakan sikap bahwa warga Kediri menolak dan antikerusuhan, kami cinta damai. 

"Isi dari deklarasi itu antara lain warga mengutuk dan menolak segala bentuk kerusuhan, mendukung penegakan hukum oleh pemerintah, Polri, dan TNI terhadap pelaku kerusuhan sampai tuntas, serta bersatu mewujudkan kerukunan, keamanan, ketertiban, NKRI harga mati,"ujarnya. 

Terkait dengan adanya imbas aksi massa di Jakarta, pascapenetapan hasil Pemilu 2019, Kapolresta mengatakan di Kediri relatif aman. Namun, polisi tetap sigap mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan.

Di Kediri tidak ada (aksi pascapilkada). Ini menyikapi aksi pada 22 Mei lalu, jadi massanya tersebar. Makanya kami menyatakan sikap bahwa warga kami menolak, dan tidak ada yang berangkat ke Jakarta," kata dia.

Sebelum deklarasi, jalan sehat dilakukan para peserta dengan menelusuri jalan-jalan protokol di Kota Kediri. Para peserta melalui sejumlah rute di jalan protokol termasuk di Jalan Doho yang digunakan sebagai acara Car Free Day. 

Para peserta juga sangat antusias ikut kegiatan tersebut. Terlebih lagi, setelah jalan sehat, juga dilakukan senam bersama. Dan, setelahnya dilakukan deklarasi serta memberikan tanda tangan sebagai bentuk dukungan.


 


End of content

No more pages to load