Flayer kegiatan pemeran Tosan Aji dan Keris,  Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri. (Istimewa)

Flayer kegiatan pemeran Tosan Aji dan Keris, Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri. (Istimewa)



Setelah sukses menggelar pameran keris tingkat nasional yang bertajuk Gugat Keris Jenggala 1 dan 2, Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri kembali akan menggelar pameran yang berskala nasioal.

Dengan tema (Panjalu Jayati ) yang berarti Kediri Menang. Kegiatan akan digelar di Kediri Town Square ( Ketos) Matahari – Jl Hasanudin 02 Kota Kediri, pada 16-18 Agustus 2019.

Kegiatan pameran ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke-1140 tahun2019.

Jika sebelumnya Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo mengambil tema Gugat Keris Jenggala, adalah sebagai pencerahan dunia perkerisan atas tangguh Keris Khadiri / Panjalu dimana masih ada salah kaprah dalam penangguhan keris.

“Wilayah Khadiri adalah berada di wilayah Kerajaan Panjalu yang sangat terkenal di era Prabu Jayabaya . Tetapi penangguhan di dunia perkerisan lebih banyak memberikan sebutan dengan keris Jenggala. Meski Jenggala juga masih keluarga kerajaan Kediri, namun kerajaan yang paling masyhur adalah Panjalu/Khadiri. Ini yang harus diluruskan demi keberlangsungan sejarah perkerisan,” jelas Imam Mubarok Ketua Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri.

Ditambahkan Gus Barok sapaan akrab Imam Mubarok yang juga sebagai Ketua Bidang Litbang Senapati Nusantara dan Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Timur ini pencerahan tentang Gugat Keris Jenggala telah selesai.

“Saatnya menunjukkan kepada masyarakat tentang toponimi wilayah yakni keberhasilan Prabu Jayabaya dalam penyatuan Jenggala dan Panjalu. Keduanya disatukan dengan semboyan PANJALU JAYATI,” terang Gus Barok.

Dalam perjalanan sejarah nusantara lanjut Gus Barok menuturkan, Khadiri atau Kediri tidak bisa dipisahkan dari tokoh yang sangat terkenal dan melegenda yakni Prabu Jayabaya yang bergelar Sri Maharaja Sri Warmmeswara Madhusudana Wataranindita Parakrama Digjayottunggadewanama Jayabhayalancana.

Kisah tentang Jayabaya diawali ketika Airlangga membagi kekuasaan menjadi dua yakni Panjalu dan Jenggala.

Pembagian kerajaan ini setelah sebelumnya Airlangga gagal menjadikan anak dari permaisuri yakni Dewi Kilisuci untuk menjadi raja menggantikan Airlangga dan memilih menjadi petapa.

Dalam beberapa kitab kuno terbitan Boekhandel Tan Khoen Swie Kediri, cerita panjang Khadiri atau Kediri berawal ketika pembagian kerajaan oleh Airlangga ternyata justru menimbulkan konflik di antara Panjalu dan Jenggala. Kedua kerajaan ini senantiasa perang saudara, diawali antara Samarawijaya (Panjalu) dan Panji Garasakan (Jenggala).

Tahun 1052 M terjadi perebutan kekuasaan antara kedua belah pihak. Awalnya Panji Garasakan dapat mengalahkan Samarawijaya. Tapi pada 1059 Masehi muncul seorang raja lain, yaitu Raja Samarotsaha. Raja itu berkuasa di Kerajaan Jenggala.

Raja Samarotsaha adalah menantu Raja Airlangga. Namun, tahun 1104 Masehi tampil Kerajaan Panjalu sebagai rajanya yaitu Jayawangsa. Kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Khadiri atau Kediri ediri yang beribu kota di Dhahanapura (sekarang Jalan Dhoho).

Tahun 1117 M Bameswara tampil sebagai raja Khadiri. Prasasti yang ditemukan antara lain, Prasasti Padlegan (1117 M) dan Panumbangan (1120 M). Isinya pemberian status perdikan untuk beberapa desa.
Atas konflik yang berkepanjangan itu pada 1135, tampil raja yang terkenal yaitu Raja Jayabaya. Jayabaya ingin mengembalikan kejayaan seperti masa Airlangga dan ternyata ini berhasil. Panjalu dan Jenggala dapat bersatu kembali.

Hal itu dijelaskan dalam Prasasti Hantang (1057 Saka) atau 1135 M dituliskan kata Pangjalu/Panjalu Jayati, artinya Panjalu menang berperang atas Jenggala dan sekaligus untuk menunjukkan bahwa Jayabaya adalah pewaris takhta kerajaan yang sah dari Airlangga.

Dan untuk siapa saja yang ingin mengikuti pameran para penggila keris bisa menghubungi , Edit Suwantoro dengan nomor Hp 082257000073, M Umar Said 085736220699 dan Supri dinomor  085853964128.

Tag's Berita

End of content

No more pages to load