Sekda Kota Kediri Budwi Sunu (tengah) bersama Wakapolres Kompol Iwan Sebastian dalam acara tasyakuran HUT Bhayangkara Ke-73. (eko Arif s /JatimTimes)

Sekda Kota Kediri Budwi Sunu (tengah) bersama Wakapolres Kompol Iwan Sebastian dalam acara tasyakuran HUT Bhayangkara Ke-73. (eko Arif s /JatimTimes)



Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu HS memberikan selamat Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang Ke-73, dan menyampaikan  bahwa 73 tahun tersebut bukanlah sekadar angka, namun sebuah simbol kematangan usia dan profesionalitas kerja Polri.

Hal tersebut disampaikan Sekda Kota Kediri saat menghadiri tasyakuran HUT Bhayangkara di Gedung Serbaguna Koramil Kota, Rabu (10/7). Tasyakuran HUT Bhayangkara Ke-73 ini mengambil tema “Dengan Semangat Promoter Pengabdian Polri untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara.”

Dalam sambutannya, Budwi Sunu mengucapkan terima kasih atas kolaborasi Polri dalam menciptakan situasi Kota Kediri yang tertib dan aman, sehingga Kota Kediri selalu kondusif tidak ada gejolak apapun. 

“Hal tersebut terbukti pada waktu pemilu kemarin, bahwa Kota Kediri termasuk kota yang paling kondusif dalam penyelenggaran pemilu tahun 2019,” ujar Sekda Kota Kediri.

Lebih lanjut, Sekretaris Daerah Kota Kediri ini mengungkapkan harapannya ke depan agar kinerja Polri semakin profesional dan semakin bersemangat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu agar Polri bisa menjadi barometer sukses dalam mengemban tugas negara untuk Indonesia tercinta dan menjaga harmoni di Kota Kediri.

Tak lupa Budwi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat baik tokoh agama, tokoh masyakarat, instansi dan juga segenap keluarga besar Polresta kediri untuk terus tingkatkan sinergi untuk menjadikan Kota Kediri semakin baik lagi. 

“Tanpa dukungan dari masyarakat, kami pemerintah, TNI dan Polri tidak ada artinya apa-apa. Mari kita selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat karena sinergitas sangat diperlukan dalam harmoni Kota Kediri,” kata Budwi Sunu.

Sementara itu, Wakil Kepala Polres Kediri Kota Kompol Iwan Sebastian dalam acara tasyakuran ini membacakan sambutan dari Kapolri Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bahwa sejak 1 Juli 1946, melalui Penetapan Peraturan Pemerintah No.11 tahun 1946 Djawatan Kepolisian Negara yang semula berada dalam lingkungan Kementrian Dalam Negeri ditetapkan menjadi djawatan tersendiri yang langsung dibawah Perdana Menteri atau Presiden selaku kepala pemerintah. Peristiwa yang terjadi tanggal 1 Juli 1946 juga menjadi momentum meleburnya berbagai elemen kepolisian di dalam satu Institusi Kepolisian yang bersifat nasional.

“Kami bersyukur sampai dengan saat ini, Polri dapat tetap survive dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan UU Polri,” ujar Wakapolres Kediri Kota.

Dalam HUT Bhayangkari ke-73 ini, Polres Kediri Kota telah melakukan serangkaian acara seperti lomba siskamling, olahraga bersama, pasar murah, lomba babinkamtibmas, donor darah, kunjungan ke persatuan purnawirawan Polri, anjangsana anggota yang sakit, santunan anak yatim, bansos dan kerjabakti, ziarah ke taman makam pahlawan, dan panggung prajurit.

Pada acara tasyakuran ini juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Waka Polres Kediri Kota yang diserahkan kepada anggota termuda yaitu Bripda Dewi Kartika Safitri karena sebagai penerus Polri di masa depan. Selain itu juga ada pertunjukkan pencak silat dari Pencak Silat Asad,  Pencak Silat PSHT dan Pencak Silat Pagar Nusa.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Kota Kediri Sarah Louis Simanjutak, Kepala BNN Kota Kediri AKBP Bunawar, Kasdim Mayor Inf Joni Morwantoto, Kasbrig 16 W/Y, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Kediri dan anggota purnawirawan Polri.
 


End of content

No more pages to load