Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kanan) Buka Pameran Keris, Sekaligus Melaunching Buku Saku Keris. (Foto: Bambang Setioko/ JatimTIMES)

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kanan) Buka Pameran Keris, Sekaligus Melaunching Buku Saku Keris. (Foto: Bambang Setioko/ JatimTIMES)



Pameran dan bursa keris bertajuk "Panjalu Jayati" yang bertempat di Kediri Town Square  (Ketos) secara resmi dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan dihadiri oleh seluruh jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Kediri dan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Senapati Nusantara, Jumat (16/08/2019) Malam.

Tema "Panjalu Jayati" memiliki arti Kediri Menang. Yani berdasarkan prasasti Hantang pada (1135M) Kerajaan Jenggala dan Panjalu dipersatukan oleh Prabu Joyoboyo menjadi Kerajaan Panjalu/ Khadiri.

Pembukaan acara diawali dengan pembacaan doa oleh Gus Anton Lukman Hadi, dan dilanjutkan sambutan Ketua Paguyuban Panji Joyoboyo, Imam Mubarok didampingi seluruh pengurus dan panitia pameran.

“Kenapa mengambil tema Panjalu Jayati. ini merupakan tema persatuan dan kesatuan yang digaungkan Prabu Joyoboyo. Tema inilah yang kita angkat untuk memunculkan keris-keris tangguh / era Khadiri. Selain pameran keris kurang lebih 300 bilah. Selain itu kegiatan pameran dan bursa Keris ini besok pagi pujul 09:00 WIB juga akan diisi dengan kegiatan diskusi tentang keris kepada para pelajar,” Kata Gus Barok sapaan akrab Ketua Paguyuban Panji Joyoboyo kepada KediriTIMES.com.

Usai sambutan Ketua Paguyuban kegiatan selanjutnya adalah penyerahan penghargaan kepada Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar oleh Wasekjen Senapati Nusantara , Nurjianto.


“Pemberian penghargaan ini dikarenakan Wali Kota Kediri selalu mendukung dan memfasilitasi  pelestarian tosan aji nusantara,” kata Nurjianto.


Setelah menerima penghargaan dalam sambutannya Mas Abu sapaan Akrab Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan betapa pentingnya pelestarian keris sebagai warisan dunia yang telah diakui oleh Unesco.


“Melihat keris tidak hanya dilihat dari sisi mistisnya saja, namun ada yang lebih penting selain estikanya yakni makna filosofinya. Apalagi Unesco telah mengakui keris sebagai a masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity (karya agung lisan tak benda barisan kemanusiaan) pada tahun 2005. Dan Alhamdulillah di Kediri kegiatan ini sudah beberapa kali kita gelar. Dan tahun 2019  kembali digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri ke-1140 ini,” kata Mas Abu panggilan akrab Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Selesia memberi sambutan dalam kesempatan ini Walikota Kediri Sekaligus Melauncing Buku Saku Keris. Kemudian Walikota beserta Forkopimda berkeliling ke lokasi pameran melihat keris sekaligus menyapa para pembursa yang hadir di Kota Kediri dari seluruh Indonesia. Selanjutnya kegiatan ditutup dengan tarian  Saiyeg  Saeko Proyo karya koreografer Lina Candra Sari dari SMP Pawyatan Dhaha I Kota Kediri.


Selain Walikota Kediri, turut hadir dalam kegiatan ini, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Asisten Pemkot Kediri, Kasatker, perwakilan dari PT Gudang Garam , Pimpinan sejumlah Bank, OJK, dan pengurus Senapati Nusantara serta juga perwakilan paguyuban seluruh Indonesia.

 

 


End of content

No more pages to load