Kepala BI Kediri Musni Hardi bersama Bupati Nganjuk saat memanen bawang merah. (eko Arif s /JatimTimes)

Kepala BI Kediri Musni Hardi bersama Bupati Nganjuk saat memanen bawang merah. (eko Arif s /JatimTimes)



Petani klaster bawang merah binaan kantor cabang  Bank Indonesia Kediri Jawa Timur, memiliki pola tanam yang berbeda dalam meningkatkan mutu hasil produksi.

Pola tanam yang diterapkan oleh para petani budidaya bawang merah ini dinamakan Demplot. Sistem pola tanam ini diyakini memiliki dampak positif bagi lingkungan. "Pertanian sehat kita sudah mulai dan Hasilnya tadi sama sama kita lihat memang lebih bagus, ubinya lebih gede,warnanya merah dan hasilnya banyak," terang Musni Hardi selaku Kepala BI (Bank Indonesia) Kediri dalam sambutanya ketika menghadiri acara temu Lapang panen perdana Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk (19/08/19) Siang.

Klaster bawang merah Nganjuk binaan kantor cabang Bank Indonesia Kediri menduduki peringkat ketiga Nasional,dibanding claster binaan dari daerah lain untuk kategori Holtikultura.

Penerapan sistem tanam Demplot bertujuan untuk meningkatkan kepedulian petani akan perlunya penyehatan lahan agar kejadian penurunan kesuburan tanah dapat dicegah,bahkan dapat diperbaiki dimasa mendatang.

Juga memberikan gambaran dan contoh kepada petani bawang merah di Nganjuk akan manfaat penggunaan bahan organik bagi bawang merah melalui demplot skala usaha pada lahan kelompok tani maju yang membandingkan teknik pengolahan lahan secara konvensional, menggunakan bahan organik tedokomposisi dilengkapi dengan Kalsium (Ca),serta bahan pembenahan tanah hasil pabrikasi.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dengan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, sejumlah Gapoktan (gabungan kelompok tani), Pusat kajian Holtikultura dan Uniska, terkait dengan pelaksanaan penanaman,pengamatan,pertumbuhan tanaman,hasil panen serta analisanya. 
Potensi Produksi bawang merah di Kabupaten Nganjuk mencapai luas lahan sebanyak 4.200 ha, maka hasilnya bisa lebih dari 63.000 ton dalam sekali musim tanam.


End of content

No more pages to load