Lomba bercerita digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Lomba bercerita digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Blitar punya cara khusus untuk mengenalkan sosok pahlawan-pahlawan nasional pada anak-anak. Rabu (6/11/2019), DPKD menggelar Lomba Bercerita Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Blitar.

Kegiatan tersebut, diharapkan sekaligus dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan bercerita pada anak-anak. Lomba tersebut diikuti 22 peserta perwakilan dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Blitar. Kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna Pemkab Blitar ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 November. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar, Herman Widodo, mengatakan tujuan dari lomba bercerita pada anak SD dan madrasah ibtidaiyah tersebut adalah untuk meningkatkan minat dan tumbuh rasa cinta bagi anak-anak terhadap nasionalisme, serta mengembangkan minat baca pada anak.

"Semoga apa yang kita targetkan tercapai semua mencerdaskan anak bangsa yang ada di Kabupaten Kabupaten Blitar. Maka dari itu, marilah bersama-sama untuk mencerdaskan anak bangsa," ungkap Herman.

Herman menambahkan, lomba bercerita ini diharapkan dapat mendorong kecintaan anak-anak terhadap budaya, kearifan lokal dan terpupuk rasa cinta kepada daerah dan negaranya. ”Di dalam lomba bercerita ini yang utama ialah menanamkan kearifan lokal. Lomba bercerita ini juga merupakan bagian dari kita menciptakan pribadi-pribadi yang kreatif, cerdas, dan tentunya mempunyai rasa percaya diri yang tinggi di era globalisasi,” tukas dia.

Sementara itu, Purwanto selaku salah satu dewan juri dari kalangan budayawan, menyampaikan bahwa peserta dinilai dari beberapa aspek. Di antaranya teknik, penguasaan materi dan kemampuan atau skill dalam menyampaikan cerita.

Menurut Purwanto, tingkat kesulitan lomba juga disesuaikan dengan kemampuan peserta. Karena levelnya anak SD, anak-anak diminta mengisahkan cerita-cerita nasional dan daerah dari seluruh wilayah Indonesia.

“Lomba ini juga mendorong anak-anak untuk belajar tidak hanya sekadar tahu tentang budaya, tapi memiliki wawasan yang cukup luas mengenai kebudayaan nusantara. Sehingga, mereka memiliki referensi dan pendalaman tentang kebudayaan daerah kita. Dan lomba ini akan mendorong anak-anak di event berikutnya untuk memiliki kegemaran ikut lomba ini dan belajar tentang budaya,” ujar pria yang akrab disapa Cak Pur.

Purwanto menambahkan, gemar bercerita memiliki dampak yang cukup baik dalam perkembangan anak-anak. ”Dengan gemar membaca dan bercerita, anak akan memiliki karakter. Anak-anak yang menang dalam lomba ini, biasanya di SMA nya akan jadi pribadi yang bagus, dan ketika kuliah anak-anak akan memiliki kualitas yang tidak bisa, memiliki kualitas tertentu,” pungkasnya. (kmf)


End of content

No more pages to load