Pengedar sabu diapit petugas BNN saat gelar pres rilis. (eko Arif s /JatimTimes)
Pengedar sabu diapit petugas BNN saat gelar pres rilis. (eko Arif s /JatimTimes)

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri berhasil menangkap pengedar antar kota jenis sabu. 

Pelaku adalah KH (43) warga Jalan Dandang Gendis Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Menurut Kepala BNN Kabupaten Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwati mengatakan, pelaku berhasil ditangkap di rumahnya pada 11 Maret lalu sekitar pukul 12.00 WIB.

“Ini merupakan hasil penyelidikan seksi pemberantasan yang bermula dari informasi masyarakat, mengenai adanya peredaran narkotika di wilayah tersebut,” ungkapnya saat menggelar press rilis di Kantor BNN Kabupaten Kediri, Selasa (17/3/20).

Saat penangkapan dan penggeladahan, petugas BNN menemukan dua paket sabu yang disimpan dalam kantong celana pelaku. 

Berat total paket sabu tersebut mencapai 7,66 gram dan siap untuk diedarkan.

Tak hanya itu, petugas BNN juga menemukan dua kartu ATM yang diduga digunakan untuk menerima uang dari para pemesan.

Ditambahkan AKBP Dewi, personel juga menyita uang tunai senilai Rp.13.150.000 yang diduga hasil penjualan sabu.

"Selain itu ada da juga perlengkapan untuk mengemas sabu yaitu dua bandel plastik klip dan satu buah sendok plastik kecil. Kami menduga, pelaku melakukan transaksi melalui telepon genggam dan kami menyita dua unit telepon genggam miliknya,” imbuhnya.

Dijelaskan AKBP Dewi, BNN saat ini sudah menemukan titik terang mengenai pemasok barang haram tersebut. 

Sebelumnya, personel seksi pemberantasan cukup kesulitan, karena jaringan pengedar sabu tersebut berasal dari luar kota. 

Sistem penjualannya pun tidak melalaui tatal muka, namun sistem ranjau.

Dari informasi yang diperoleh pelaku mengedarkan sabu mulai dari anak-anak, pelajar, ibu rumah tangga, pekerja, dan lainnya. 

Pelaku sudah melakukan aksinya selama satu tahun terakhir bahkan dia juga pernah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Madiun dengan kasus yang sama.

Pelaku melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 114 Ayat 2 Sub Pasal 112 Ayat 2 tentang narkotika.

Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.